Husni Merza Buka FGD Terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Siak Menuju SBABS

Hermansyah
534 view
Husni Merza Buka FGD Terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Siak Menuju SBABS
Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM membuka secara langsung Fokus Group Discussion (FGD) terkait sanitasi total berbasis masyarakat, Siak Menuju Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS).

Kegiatan FGD tersebut, berlangsung di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, kantor Bupati Siak, Kamis (28/7/2022).

Kadis Kesehatan Kabupaten Siak, dr Toni Chandra mengatakan, pemenuhan akses sanitasi dasar masih menjadi masalah yang berdampak pada buruknya kesehatan masyarakat.

"Menurut laporan WHO, dan UNICEF, Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan sanitasi terburuk setelah India, dan Cina," kata Toni.

Tujuan umum dari pelaksanaan FGD ini, kata Toni, untuk menyamakan persepsi dan bersinergi bersama lintas sektor guna meningkatkan kesadaran, kemauan serta kemampuan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat, dengan memiliki jamban sehat.

Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM mengatakan, sanitasi dan air minum merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan.

"Dengan buruknya sanitasi, akan menyulitkan pemenuhan kebutuhan air minum yang layak. Sementara tanpa air minum yang layak, mustahil menciptakan kondisi sanitasi yang baik. Dan ini merupakan PR bagi Pemkab Siak," ujar Husni.

Pemerintah melalui RPJMN 2020-2024, dan RPJMD 2021-2026 Kabupaten Siak, mengamanatkan bawah diakhir RPJMN dan RPJMD, layanan dasar air minum dan sanitasi dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Siak.

"Ditahun 2026, nanti kita harapkan seluruh masyarakat Kabupaten Siak, baik yang tinggal diperkotaan maupun dipedesaan atau kampung telah memiliki akses terhadap sumber air yang aman, dan fasilitas sanitasi yang layak," harapnya.

Dengan buruknya sumber air dan sanitasi, dapat menyebabkan penyakit menular. Sumber air buruk dan sanitasi yang buruk, dapat mengganggu tumbuh kembangnya sehingga dapat menyebabkan stunting pada anak kedepannya.


"Adanya program 5 pilar sanitasi total berbasis masyarakat, yakni stop buang air besar sembarangan (SBABS), cuci tangan dengan sabun, pengelolaan air minum, dan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga," jelas Husni.

Pilar pertama ini, masyarakat harus mempunyai jamban sehat. Dan di Kabupaten Siak, baru terdapat 3 kecamatan yang memenuhi pilar pertama, yakni Kecamatan Dayun, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan.

"Dari data yang didapat pada bulan Juni 2022, di Kabupaten Siak sendiri masih ada 1.226 keluarga yang belum mempunyai jamban sehat, yang tersebar dibeberapa kecamatan atau sekitar 66 (50,36 persen) dari kelurahan, dan kampung yang stop BABS di Kabupaten Siak," ujar Wakil Bupati Siak.

Kedekatan sanitasi total berbasis masyarakat menggunakan Distrik Wide, yaitu untuk mendorong perluasan keseluruh kecamatan.

"Untuk mendukung penerapan SBABS Distrik Wide diseluruh kecamatan tersebut, Pemkab Siak membantu dari segi peningkatan kapasitas, penyusunan strategi, pengelolaan program serta dukungan dana dari APBD Kabupaten Siak," jelasnya.

Dengan adanya FGD ini, sambungnya, dia berharap dukungan dari semua pihak termasuk Kepala OPD, Camat, pimpinan perusahaan, CSR, TNI, Polri, tokoh masyarakat serta pihak lainnya, agar masyarakat kabupaten mendapatkan jamban sehat.

Tentunya, kata Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM, Kabupaten Siak menuju Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS).

"Target kita di tahun 2022 ini, 1.226 keluarga yang belum mempunyai jamban sehat, sudah mendapatkan jamban sehat. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diharapkan agar target ini tercapai," pinta Husni.

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM berharap, dalam waktu satu bulan kedepan ini sudah ada progres yang dijalankan.

"Saya harap kepada para Camat, Kepala Puskesmas, dan pihak-pihak lainnya, dalam waktu satu bulan kedepan sudah ada progres yang dijalankan, jika tidak kita akan kumpul, dan bicarakan lagi," pungkasnya.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)