KAMPAR, datariau.com - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026 Desa Muara Uwai menggelar kegiatan ecoprint bersama siswa SD Negeri 003 Muara Uwai. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran kreatif yang menggabungkan seni, edukasi lingkungan, dan pengembangan kreativitas anak melalui pemanfaatan daun serta bunga yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Mengusung konsep belajar yang menyenangkan dan ramah lingkungan, para siswa diajak mengenal teknik ecoprint, yaitu seni mencetak motif alami pada kain menggunakan daun dan bunga tanpa pewarna sintetis. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya menghasilkan karya seni yang unik, tetapi juga belajar menghargai alam sebagai sumber inspirasi sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan mendapat sambutan hangat dari Kepala SD Negeri 003 Muara Uwai, Sri, beserta seluruh dewan guru. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum yang tepat untuk menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sehingga siswa dapat mengembangkan kreativitas, bekerja sama, serta memperoleh pembelajaran yang lebih bermakna di luar rutinitas pembelajaran di kelas.
Baca juga:Melalui Pengenalan Ecoprint, Mahasiswa KKNMAs 29 Edukasi Kreativitas dan Peduli Lingkungan Murid SDN 01 Buantan Lestari
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa Kukerta Universitas Riau memberikan penjelasan mengenai teknik ecoprint secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Anak-anak kemudian diajak mengamati lingkungan sekolah untuk mengumpulkan berbagai jenis daun dengan bentuk, ukuran, dan tekstur yang beragam. Aktivitas tersebut sekaligus melatih kepekaan siswa dalam mengenali kekayaan hayati yang ada di sekitar mereka.
Setelah bahan terkumpul, para siswa mulai menyusun daun di atas kain sesuai dengan imajinasi masing-masing. Dengan pendampingan mahasiswa Kukerta dan guru, mereka kemudian memukul atau menekan daun secara perlahan hingga motif alami tercetak pada kain. Suasana belajar pun berubah menjadi ruang eksplorasi yang penuh keceriaan. Rasa penasaran dan kegembiraan terlihat ketika satu per satu motif daun mulai muncul, menghasilkan karya yang berbeda pada setiap siswa.
Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa ecoprint dipilih karena mampu menggabungkan unsur seni dan edukasi lingkungan dalam satu kegiatan. Melalui metode tersebut, anak-anak diajak memahami bahwa bahan-bahan alami di sekitar mereka dapat dimanfaatkan menjadi karya yang bernilai tanpa merusak lingkungan.
Baca juga:Mahasiswa KKN MAs Kelompok 71 Gelar Kegiatan Ecoprint untuk Pelajar Kelas 6 SD di Sungai Berbari
Selain menghasilkan karya seni, kegiatan ini juga menanamkan berbagai nilai positif kepada peserta. Selama proses berlangsung, siswa belajar untuk lebih teliti, sabar, bekerja sama, serta berani menuangkan ide-ide kreatif mereka. Pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar juga memperkenalkan konsep berkarya secara ramah lingkungan sehingga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap alam sejak usia dini.
Bagi Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Muara Uwai Tahun 2026, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan pendidikan yang kreatif, interaktif, dan aplikatif. Mereka berharap pengalaman yang diperoleh siswa dapat menjadi kenangan berharga sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus berkreasi dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di lingkungan sekitar.