GAPKI dan PWI Komitmen Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Muda Indonesia

Hermansyah
753 view
GAPKI dan PWI Komitmen Tingkatkan Kompetensi Jurnalis Muda Indonesia
GAPKI dan PWI tandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama.

JAKARTA, datariau.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama terkait pelaksanaan pelatihan jurnalistik.

Dimana kerjasama tersebut, bertujuan memberikan peningkatan kemampuan serta kompetensi wartawan. Termasuk pengetahuan para wartawan dalam memahami industri kelapa sawit Indonesia.

"GAPKI ingin berkontribusi dalam memajukan pers Indonesia," kata Ketua Umum GAPKI Eddy Martono usai penandatanganan kerjasama di puncak acara Hari Pers Nasional di Jakarta, Selasa (20/2/2023).

Menurutnya, kemajuan pers sangat berkaitan dengan kemajuan Indonesia. "Melalui publikasi di media massa, kita bisa menyebarkan optimisme dari potensi yang dimiliki industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis Indonesia," sebutnya.

Sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia, menurut Eddy, isu dan kampanye negatif terkait industri kelapa sawit Indonesia tidak dapat dihindari. Isu mengenai hak asasi manusia, lingkungan, hingga isu keberlajutan selalu menjadi permasalahan yang selalu dibicarakan.

Dikatakan Eddy Martono, ketidakseimbangan informasi yang ada di publik menjadi salah satu faktor yang menciptakan berbagai macam persepsi sehingga menyebabkan adanya ketimpangan informasi terkait dengan fakta-fakta industri kelapa sawit.

Sebagai garda terdepan komunikasi, Eddy menyampaikan, insan pers memiliki tanggungjawab dan andil yang besar dalam menyebarkan informasi yang akurat serta objektif terkait industri kelapa sawit kepada publik.

Selain itu, pemberitaan yang sesuai fakta serta berimbang, jurnalis tidak hanya membentuk persepsi publik mengenai industri sawit, tapi juga mengedukasi masyarakat pentingnya keberlanjutan dari industri kelapa sawit Indonesia.

Seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo pada sambutannya pada acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Ecovention Ancol, Jakarta Utara.

Dengan kehidupan berdemokrasi, kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat menjadi poin yang harus terus dilakukan.

"Pers harus tetap menjadi salah satu pilar penjaga demokrasi. Pers harus menjadi rumah bersama menjernihkan informasi. Beritakanlah fakta-fakta apa adanya, tapi bukan mengada-ada, bukan asumsi-asumsi, bukan seolah-olah ada," kata Presiden Jokowi.

Karena itu, GAPKI bersama dengan PWI berinisiatif dalam melakukan workshop jurnalistik kepada para jurnalis muda. GAPKI berharap agar jurnalis mempunyai pemahaman yang sama serta menyeluruh yang akan menjadi guideline atau panduan dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik mengenai industri kelapa sawit Indonesia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), kerjasama ini, dilakukan oleh Ketuq GAPKI Eddy Martono dan Ketua Umum PWI Pusat Hendry CH Bangun disaksikan Presiden RI beserta jajaran Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Selanjutnya, kegiatan workshop jurnalistik ini, akan diadakan di 5 kota di Indonesia, yaitu Jambi, Kendari, Tarakan, Sorong dan Aceh.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)