Enggan Lapor Polisi, Pengusaha Ini Pilih Pasang Jebakan Listrik di Pabrik yang Sering Kena Maling, Sebabkan Remaja Tewas Kesetrum

datariau.com
2.662 view
Enggan Lapor Polisi, Pengusaha Ini Pilih Pasang Jebakan Listrik di Pabrik yang Sering Kena Maling, Sebabkan Remaja Tewas Kesetrum
Foto: Humas Polres Kampar
Kapolres Kampar saat melakukan konferensi pers. 

KAMPAR, datariau.com - Polres Kampar berhasil mengungkap penyebab meninggalnya seorang remaja yang ditemukan tergeletak di dekat pabrik tahu pada Ahad (31/8/2025) lalu. Remaja inisial RE (14) itu awalnya dikira sebagai korban pembunuhan, ternyata tersengat jebakan listrik di pabrik tahu tersebut.

Hal ini diungkapkan Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S, didampingi Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian Wiatma Jonimandala dan Kanit Reskrim IPTU Syahrial dalam konferensi pers, Selasa (2/9/2025), bahwa pihaknya telah mengamankan pemilik pabrik tahu inisial AR (40).

"Pelaku berinisial AR (40) ini kita tangkap kurang dari 24 jam. Berawal dari pemeriksaan saksi-saksi dan CCTV, tim yang tergabung dari Satreskrim Polres Kampar dan Unit Polsek Tambang berhasil menangkap kasus ini," terangnya.

Kejadian bermula saat warga menemukan korban RE (14), warga Desa Kualu, sudah tidak bernyawa lagi di belakang pabrik tahu. Unit Polsek Tambang langsung mendatangi TKP dan membawa korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk diotopsi.

Dari hasil penyelidikan, diketahui korban tewas akibat tersentrum aliran listrik yang sengaja dipasang oleh pelaku di pabrik tahunya karena sering terjadi pencurian.

"Pelaku dengan niat memberi efek jera kepada orang-orang yang mencuri di pabriknya tersebut," jelas Kapolres.

Aksi pencurian di pabrik tahu pelaku sudah terjadi selama tiga bulan terakhir. Barang-barang yang hilang berupa mesin air, ember besi tempat tahu, dan banyak lagi. Namun, pelaku tidak pernah melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan berinisiatif sendiri untuk membuat jebakan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana, dan Pasal 359 KUHPidana tentang pembunuhan berencana, sengaja merampas nyawa orang, dan kealpaannya yang mengakibatkan orang lain mati.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kejadian pencurian apapun ke Polisi biar jangan terjadi hal yang serupa," tegas Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan S.

"Apalagi memasang aliran listrik di kawat, selain membahayakan nyawa orang lain juga membahayakan untuk diri sendiri," lanjutnya.

Sementara itu, pelaku AR mengaku menyesal atas perbuatannya. "Saya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut menimpa korban. "Saya baru tahu setelah pulang jualan tahu ke pasar-pasar," pungkasnya. (das)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)