Dampak Bycatch pada Perikanan Tangkap: Ancaman terhadap Keberlanjutan Laut

Oleh: Thomas Kurnia Pratama
datariau.com
1.942 view
Dampak Bycatch pada Perikanan Tangkap: Ancaman terhadap Keberlanjutan Laut
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Bycatch atau tangkapan sampingan adalah salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh penangkapan ikan di Indonesia dan dunia.

Tangkapan sampingan terjadi ketika nelayan menangkap spesies yang tidak menjadi sasaran, seperti ikan kecil, penyu, hiu, lumba-lumba, hingga burung laut.

Fenomena ini berdampak besar tidak hanya pada ekosistem laut tetapi juga pada kepunahan sektor perikanan itu.

Menurut laporan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Indonesia, tangkapan sampingan mencakup sekitar 20-30% dari total hasil tangkapan di beberapa wilayah perairan.

Di tingkat global, data FAO menunjukkan bahwa sekitar 10 juta ton hasil tangkapan perikanan setiap tahunnya merupakan tangkapan sampingan.

Spesies yang sering terkena dampak, seperti penyu hijau (Chelonia mydas) dan hiu martil (SpSphyrna lewini).

Dampak Lingkungan dan Ekonomi


Di sisi lain, dampak ekonomi juga dirasakan. Bagi nelayan kecil, waktu dan sumber daya yang terbuang untuk mengolah tangkapan sampingan mengurangi efisiensi operasional dan menurunkan pendapatan mereka.

Solusi untuk Mengurangi Bycatch


1. Penggunaan alat tangkap selektif
2. Penerapan zona perlindungan laut
3. Pemanfaatan teknologi
4. Pendidikan dan pelatihan nelayan

Peran Masyarakat dan Pemerintah


Pemerintah juga diharapkan memperkuat regulasi terkait penggunaan alat tangkap selektif dan memberikan insentif kepada nelayan yang mengadopsi praktik ramah lingkungan.

Dukungan penelitian dan pengembangan teknologi baru untuk mengurangi tangkapan sampingan juga perlu ditingkatkan. ***

*) Penulis merupakan mahasiswa Universitas Riau Fakultas Perikanan dan Kelautan

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)