27 Perusahaan SKKL Terancam Sanksi, KKP Keluarkan SP Pertama

Najwa
434 view
27 Perusahaan SKKL Terancam Sanksi, KKP Keluarkan SP Pertama
Foto: Wikipedia

DATARIAU.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan kembali pemegang dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL), khususnya dari segmentasi Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL), untuk menyampaikan laporan tahunan tepat waktu.

KKP sudah menyiapkan surat peringatan (SP) pertama ke-27 pemegang KKPRL SKKL yang belum melaporkan, termasuk PT Telekomunikasi Indonesia, PT XL Axiata Tbk, dan PT Supra Primatama Nusantara (Biznet). Mereka terancam denda Rp5 juta per hari apabila terlambat atau tidak menyerahkan dokumen laporan tahunan sesuai Permen KP No 31/2021.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin menjelaskan laporan tahunan ini penting untuk mengetahui progres pemanfaatan ruang laut. "Laporan tahunan ini penting untuk kami mengetahui proggres pemanfaatan ruang laut yang dilakukan karena masa berlaku KKPRL hanya 2 tahun apabila tidak diikuti oleh perizinan berusaha," ungkap Doni dalam keterangannya Jumat (13/6).

Kewajiban penyerahan laporan tahunan diatur dalam Permen KP 28/2021 tentang Penyelenggaran Penataan Ruang Laut. Doni menegaskan penerbitan KKPRL seyogyanya diikuti produktivitas sehingga iklim usaha di ruang laut berjalan optimal dan berkelanjutan. "Tujuannya bukan mempersulit justru dengan adanya laporan tahunan kami bisa mengetahui jika teman-teman pelaku usaha menghadapi kendala," tegas Doni.

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut KKP Fajar Kurniawan menambahkan sejak 2020 telah diterbitkan 50 dokumen KKPRL khusus untuk penggelaran SKKL. Saat ini sedang dalam proses pengajuan penerbitan beberapa KKPRL untuk kegiatan serupa dengan mekanisme yang diatur dalam Permen KP Nomor 28 Tahun 2021.

Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut KKP Fajar Kurniawan menegaskan penataan pemanfaatan ruang laut sangat penting untuk memastikan aktivitas tidak saling tumpang tindih. "Penataan pemanfaatan ruang laut ini penting sekali untuk memastikan aktivitas di ruang laut tidak saling tumpang tindih," ungkap Fajar.

Berikut 27 perusahaan pemegang KKPRL yang belum menyampaikan laporan tahunan:

  1. PT XL Axiata Tbk, SKKL Batam-Sarawak Internet Cable System
  2. PT Palapa Timur Telematika, SKKL Palapa Ring Timur
  3. PT Mora Telematika Indonesia. SKKL Ende-Kupang
  4. PT LEN Telekomunikasi Indonesia, SKKL Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Paket Tengah
  5. PT Palapa Ring Barat, SKKL Palapa Ring Barat
  6. PT Mora Telematika Indonesia, SKKL Sape-Labuhan Bajo
  7. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Luwuk-Morowali-Kendari (LUMORI)
  8. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Gili-Lombok
  9. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Padang-Mentawai
  10. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL BU2 (Eksisting) - Lewoleba
  11. PT Telekomunikasi Indonesia. SKKL Gresik-Bawean
  12. PT Telekomunikasi Indonesia International, SKKL Singapore-Myanmar (Sigmar)
  13. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL NTB-NTT
  14. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Bali-Lombok
  15. PT XL Axiata Tbk, SKKL Echo
  16. PT Communication Cable Systems Indonesia, SKKL Jawa-Bali
  17. PT NTT Indonesia, SKKL MIST
  18. PT Optic Marine Indonesia, SKKL Bay To Bay Express
  19. PT Optic Marine Indonesia, SKKL Asia Direct Cable
  20. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Jemaja-Tarempa-Matak)
  21. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL Inter Island Anambas Area (Jalur Tanjungpinang-Galang)
  22. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL IGG di Wilayah Pulau Pramuka
  23. PT Telekomunikasi Indonesia, SKKL IGG, Matanusa, dan Tuas Extension
  24. PT Communication Cable Systems Indonesia, SKKL Jawa-Bali
  25. PT Supra Primatama Nusantara (Biznet), SKKL Sungsang-Muntok
  26. PT Supra Primatama Nusantara (Biznet), SKKL Anyer-Kalianda
  27. PT Seax Indonesia Pratama, SKKL SIP***

Sumber: Merdeka.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)