MERANTI, datariau.com - Persoalan pemadaman listrik secara bergiliran yang terjadi di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi perhatian serius masyarakat.
Menyikapi keresahan tersebut, tokoh masyarakat Pulau Rangsang, Abdul Malik, bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Rangsang Barat (IPMKRB) melakukan audiensi dengan pihak PLN Nusa Daya Wilayah Riau-Kepri.
Audiensi tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir yang selama ini merasakan dampak pemadaman listrik di wilayah kerja PLN UPT Lemang.
Masyarakat meminta kejelasan mengenai penyebab pemadaman secara bergiliran sekaligus kepastian terkait langkah dan solusi yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan kelistrikan tersebut.
Tokoh masyarakat Pulau Rangsang, Abdul Malik, mengatakan berbagai keluhan masyarakat telah diterima dan menjadi tanggung jawab moral untuk diperjuangkan kepada pihak yang memiliki kewenangan.
Karena itu, persoalan tersebut dibawa hingga ke tingkat provinsi agar mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang konkret.
Dalam audiensi tersebut, Manajer PLN Nusa Daya Wilayah Riau-Kepri, Mazuirman, menyampaikan bahwa persoalan kelistrikan di UPT Lemang menjadi perhatian pihaknya.
Menurutnya, PLN akan melakukan sejumlah langkah untuk membantu mengatasi persoalan pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir.
Untuk jangka pendek, PLN berencana mendatangkan mesin pembangkit baru yang diharapkan dapat membantu mengurangi pemadaman.
Namun, PLN juga menjelaskan bahwa kapasitas mesin baru tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan daya listrik masyarakat di kedua wilayah tersebut.
Meski demikian, penambahan mesin diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi kelistrikan yang saat ini dirasakan masyarakat.
Sementara untuk penyelesaian yang lebih optimal, PLN menyampaikan rencana penambahan mesin pembangkit kembali sekitar Oktober 2026 dengan kapasitas mencapai 2 megawatt (MW).
Penambahan kapasitas tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan daya yang lebih signifikan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir sekaligus mengurangi intensitas pemadaman.
Selain persoalan kapasitas pembangkit, PLN Nusa Daya juga meminta dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan dan keandalan jaringan listrik.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama adalah keberadaan pohon atau dahan yang tumbuh terlalu dekat dengan tiang maupun jaringan kabel listrik.
PLN mengimbau masyarakat memberikan izin kepada petugas untuk melakukan pemangkasan atau pembersihan pohon dan dahan yang berpotensi mengganggu jaringan.
Dahan pohon yang patah atau tumbang hingga menyentuh jaringan listrik dapat menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan. Kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada peralatan dan berdampak terhadap kestabilan pasokan listrik.
Karena itu, penyelesaian persoalan kelistrikan di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir membutuhkan kolaborasi antara PLN, pemerintah, tokoh masyarakat, mahasiswa dan masyarakat.
Upaya tersebut tidak hanya bergantung pada penambahan mesin pembangkit, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga keamanan serta keandalan jaringan listrik.
IPMKRB bersama tokoh masyarakat Pulau Rangsang menegaskan audiensi tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian dan tindak lanjut nyata.
Masyarakat berharap rencana penambahan mesin pembangkit dapat direalisasikan sesuai dengan yang disampaikan PLN, sehingga persoalan pemadaman listrik di Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir dapat segera diminimalisir.
Ke depan, IPMKRB bersama tokoh masyarakat menyatakan akan terus mengawal perkembangan penyelesaian persoalan kelistrikan tersebut agar tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi berujung pada solusi nyata dan pelayanan listrik yang lebih stabil bagi masyarakat.
“Aspirasi masyarakat harus didengar, persoalan harus dijelaskan, dan solusi harus diwujudkan.”
IPMKRB - Bersama Masyarakat, Mengawal Aspirasi dan Perubahan.***