ATVSI Bahas Masa Depan Penyiaran Digital Lewat Teknologi DVB-I dan DVB-NIP

Najwa
414 view
ATVSI Bahas Masa Depan Penyiaran Digital Lewat Teknologi DVB-I dan DVB-NIP
Foto: atvsi.or.id

DATARIAU.COM - Dunia penyiaran Indonesia tengah memasuki babak baru dengan diselenggarakannya workshop bertajuk "DVB-I and DVB-NIP, Technology Development & Opportunities" oleh Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI). Workshop tersebut menjadi ajang pemutakhiran pengetahuan teknologi penyiaran digital terkini.

Workshop ATVSI berlangsung di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, pada Senin (2/6/2025) dan dihadiri oleh pelaku industri penyiaran serta pemangku kepentingan terkait. Acara ini membahas potensi teknologi siaran digital terbaru, peluang bisnis, serta regulasi yang perlu disiapkan untuk mendorong adopsi di Indonesia.

Sekretaris Jenderal ATVSI dan Corporate Secretary SCM, Gilang Iskandar, menekankan pentingnya respons cepat terhadap dinamika teknologi penyampaian konten. "Perubahan distribusi konten ini merubah pola bisnis, mengubah sistem, proses dari bisnis itu sendiri, hingga regulasi penyiaran," ungkap Gilang.

Pada kesempatan ini, penyelenggara fokus mendalami dua teknologi distribusi konten digital, yaitu DVB-I (Digital Video Broadcasting-Internet) dan DVB-NIP (Digital Video Broadcasting-Native IP Broadcasting). Gilang menjelaskan bahwa kedua teknologi tersebut mencerminkan tren dalam penyiaran modern yang mengintegrasikan siaran televisi dan radio berbasis internet dengan layanan over-the-top (OTT).

Workshop dibagi dalam beberapa sesi dengan menghadirkan pakar internasional seperti Mika Kanerva dari Sofia Digital dan Paul Higgs dari Huawei. Mereka memaparkan bagaimana teknologi DVB-I memungkinkan distribusi siaran TV melalui jaringan internet dengan kualitas broadcast. Penggunaan dua teknologi ini diharapkan dapat menciptakan peluang baru dalam memanfaatkan 5G Broadcast untuk memperluas jangkauan siaran tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur konvensional.

Di sesi selanjutnya, para narasumber membedah teknologi DVB-NIP, sebuah standar distribusi konten berbasis IP multicast yang memungkinkan efisiensi dalam menyampaikan konten video kepada banyak pengguna sekaligus. Richard Smith dari EKT menjelaskan bagaimana teknologi ini dapat membantu operator mengurangi beban jaringan sambil tetap menjaga kualitas layanan.

ATVSI juga menyoroti perlunya kesiapan regulasi dengan mengangkat perspektif kebijakan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Affairs terkait kebutuhan penyesuaian standar penyiaran nasional dengan praktik internasional. Diskusi membahas apa saja yang dibutuhkan agar teknologi ini bisa diadopsi secara luas di Indonesia, termasuk dukungan pemerintah, kesiapan infrastruktur, dan kesesuaian dengan ekosistem penyiaran lokal.

Acara yang berlangsung seharian penuh ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan di sektor penyiaran, termasuk perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), asosiasi lembaga penyiaran, serta mitra internasional dari proyek BVB. Workshop ditutup dengan sesi demo teknologi dan tanya jawab langsung bersama para mitra demo, memberikan gambaran nyata bagaimana teknologi ini dapat diimplementasikan.***

Sumber: Liputan6.com

Penulis
: Najwa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)