Alfedri Hadiri Acara 3RD International Convention On Indonesian Upstream Oil and Gas 2022

Hermansyah
101 view
Alfedri Hadiri Acara 3RD International Convention On Indonesian Upstream Oil and Gas 2022
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi.

BALI, datariau.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK-Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengelar acara 3RD International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022, di Nusa Dua Convention Center, Bali, Rabu (23/11/2022).

Salah satu tujuan dari konvensi ini adalah melihat dinamika global serta transisi menuju Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 Sektor Hulu Migas di Indonesia masih memiliki peran dominan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring dengan berlanjutnya pembangunan nasional.

Dimana investasi yang signifikan dan kegiatan eksplorasi besar-besaran di Sektor Hulu Migas Indonesia masih diperlukan.

Acara berlangsung, sejak 23-25 November 2022, secara hybrid - baik secara virtual maupun tatap muka bertema, 'Boosting Investment and Adapting Energy Transition Through Stronger Collaborations'.

Bupati Siak menyampaikan, salah satu tujuan dari konvensi ini adalah meningkatkan kolaborasi antara pemangku kepentingan dan pelaku industri dalam mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas.


"Pemda berkomitmen tetap menjadikan Industri Hulu Migas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, dalam mendukung usaha Hulu Migas di daerah diperlukan kolaborasi antara pemangku kepentingan dan pelaku industri mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas," kata Alfedri.

Dikatakan Alfedri, ada beberapa hal yang disampaikan oleh KKKS dalam menunjang operasi mereka sebagai upaya mewujudkan 1 juta barel yaitu percepatan pengadaan dan perizinan melalui satu pintu.

Jika pemerintah pusat dalam mendukung Usaha Hulu Migas, permudah perizinan, seperti contoh pengembangan local supply chains, kemudahan akses data eksplorasi dan perpanjangan izin, pemberian insentif untuk marginal field dan kegiatan restorasi, regulasi yang jelas terkait aplikasi EOR, serta kejelasan mengenai tanggungjawab kontraktor pada saat transisi berakhirnya wilayah kerja.

"Pemkab Siak sendiri dalam mendukung Usaha Hulu Migas mempermudah para investor berinvestasi, membantu KKKS dalam perizinan, pendampingan sengketa tanah dengan masyarakat dan bersinergi bersama pemangku kepentingan (kontraktor KKS/Lembaga dan masyarakat) dalam meningkatkan iklim investasi serta dukungan terhadap implementasi rencana strategis Minyak dan Gas Bumi di Kabupaten Siak,” paparnya.

Kabupaten Siak sendiri sebagai daerah penghasil Migas, turut berkontribusi mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas, dengan fokus menjalankan kegiatan operasi bersama KKKS sehingga target produksi 1 jura BOPD dan 12 BSCFD dapat tercapai di 2030.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)