Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas

Samsul
31 view
Aklamasi, Purnomo Yusgiantoro Nahkodai DPP IKAL Lemhannas
Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU

DATARIAU.COM- Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) periode 2025-2030.

Menteri Pertahanan dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di masanya ini terpilih menggantikan posisi Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar pada Musyawarah Nasional (Munas) IV IKAL Lemhannas yang berlangsung khidmat di Gedung Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Sabtu (11/04/2026).

Purnomo Yusgiantoro terpilih, karena dianggap sebagai sosok pemersatu yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang ketahanan nasional dan energi, serta mendapatkan dukungan penuh dari seluruh perwakilan DPD dan DPC IKAL dari seluruh Indonesia selaku pemilik suara.

Setelah melalui tahap penyampaian visi dan misi, para peserta Munas sepakat menunjuk Purnomo tanpa melalui proses pemungutan suara (voting).

Dengan terpilihnya Prof Purnomo, diharapkan IKAL Lemhannas dapat terus menjadi wadah para pemikir bangsa dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan NKRI.

Sejak awal persidangan, nama Purnomo memang menguat sebagai calon tunggal. Kapabilitas serta pengalaman beliau di pemerintahan dan akademisi dinilai menjadi faktor utama yang membuat para anggota memilih jalur aklamasi demi menjaga soliditas organisasi.

Dalam pidato pertamanya, Purnomo berkomitmen untuk memperkuat peran dan sinergi alumni Lemhannas dalam mengawal stabilitas nasional serta memberikan pemikiran strategis bagi pemerintah di tengah tantangan geopolitik global yang semakin dinamis.

​"IKAL Lemhannas harus menjadi rumah besar pemikiran strategis bagi bangsa. Kita akan memperkuat peran alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi stabilitas dan ketahanan nasional," ujar Purnomo di hadapan para peserta Munas.

Purnomo juga menegaskan, IKAL Lemhannas bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan 'think-tank' strategis yang harus memberikan solusi nyata bagi persoalan bangsa.

"Kita akan memperkuat peran alumni di kancah domestik maupun internasional," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Lemhannas di masanya dan salah seorang pendiri Universitas Pertahanan (Unhan) ini disambut tepuk tangan riuh peserta munas.

​Kepengurusan baru di bawah arahan Prof. Purnomo diharapkan dapat segera menyusun program kerja yang adaptif terhadap isu-isu terkini, mulai dari ketahanan pangan, energi, hingga keamanan siber.

Sosok Prof Dr Ir Purnomo Yusgiantoro MSc MA PhD IPU

Purnomo Yusgiantoro adalah Pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). Beliau meraih gelar sarjana (Ir) di bidang Teknik Perminyakan dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia; MSc di bidang Teknik dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat; MA di bidang Ekonomi dari University of Colorado, Amerika Serikat; dan PhD di bidang Ekonomi Mineral dari Colorado School of Mines, Amerika Serikat.

Sejak tahun 2014, Purnomo mendedikasikan sebagian besar waktu, pengetahuan, dan keterampilannya untuk mengajar mata kuliah ekonomi energi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, Purnomo adalah salah satu pendiri Universitas Pertahanan (Unhan), Indonesia, tempat beliau mengajar mata kuliah ketahanan energi hingga sekarang. Saat ini, beliau adalah penasihat senior untuk Kantor Eksekutif Presiden Republik Indonesia.

Purnomo memiliki pengalaman yang luas dalam bekerja dan berkontribusi di sektor energi dan pertahanan Indonesia. Beliau pernah bekerja sebagai konsultan untuk Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) di bidang ekonomi energi dan pembangunan berkelanjutan. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Komisaris Pertamina.

Purnomo juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Purnomo menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia selama tiga periode berturut-turut, dari tahun 2000 hingga 2009. Setelah itu, beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia dari tahun 2009 hingga 2014.

Di ranah global, Purnomo menjabat sebagai Gubernur Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Sekretaris Jenderal serta Presiden, yang berbasis di Wina, Austria. Beliau juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua ASEAN Ministers of Energy Meeting (AMEM). Beliau melanjutkan pengabdiannya pada pengembangan sektor energi dengan mendirikan PYC pada tahun 2016.(rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)