Mahasiswa Farmasi UMRI Sosialisasikan “Peran Siswa dalam Mencegah Radikalisme dan Bahaya di Lingkungan Pendidikan” di SDN 115 Pekanbaru

datariau.com
404 view
Mahasiswa Farmasi UMRI Sosialisasikan “Peran Siswa dalam Mencegah Radikalisme dan Bahaya di Lingkungan Pendidikan” di SDN 115 Pekanbaru
Foto: Ist.
Mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI melaksanakan Sosialisasi di SDN 115 Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan Sosialisasi dalam rangka menjelaskan peran siswa dalam mencegah radikalisme di lingkungan pendidikan di SDN 115 Jalan Kaharudin Nasution Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, belum lama ini.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka tugas proyek mata kuliah yang diampu oleh Ripi Hamdani SPd MPd yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial melalui pendekatan edukatif di luar kampus. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberitahu bahwa siswa dapat mencegah perbuatan radikalisme.

Dalam lingkungan pendidikan, siswa memiliki peran strategis sebagai agen pencegahan radikalisme. Siswa dapat menanamkan sikap toleransi, saling menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan budaya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Dengan membangun budaya dialog dan keterbukaan, siswa dapat mencegah berkembangnya sikap eksklusif dan fanatisme sempit yang sering menjadi pintu masuk radikalisme.

Selain itu, siswa juga perlu bersikap kritis terhadap informasi, terutama yang diperoleh dari media sosial, agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda atau ajakan yang mengandung unsur kebencian dan kekerasan.

Bahaya radikalisme di lingkungan pendidikan sangat besar karena dapat memecah persatuan antar siswa, menumbuhkan sikap intoleran, serta menghilangkan rasa aman di sekolah.

Radikalisme juga dapat menghambat proses belajar karena siswa lebih fokus pada konflik ideologi dibandingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

Dalam jangka panjang, paham radikal dapat melahirkan generasi yang anti terhadap nilai demokrasi, hukum, dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, peran siswa sangat dibutuhkan dalam mencegah radikalisme dengan cara aktif mengikuti kegiatan positif di sekolah, seperti organisasi siswa, diskusi kebangsaan, dan kegiatan sosial.

Siswa juga diharapkan berani menolak dan melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang yang aman, damai, dan kondusif untuk menumbuhkan generasi muda y ang toleran, berwawasan kebangsaan, serta berkomitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Ripi Hamdani, selaku dosen pengampu, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menjalankan proyek ini. Ia menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tapi juga harus mampu mengaplikasikannya secara nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata dari pembelajaran kontekstual yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan memberikan pertanyaan kepada beberapa anak, sesi foto bersama, dan pemberian bingkisan kecil kepada anak-anak.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Dosen pengampu mata kuliah, Ripi Hamdani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang dirancang untuk mengasah berbagai aspek soft skill mahasiswa, termasuk kepemimpinan, empati, dan tanggung jawab sosial.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya ingin mahasiswa belajar bahwa ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah harus memberi dampak nyata di masyarakat. Menjadi sarjana bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal kontribusi dan keteladanan,” ujar Ripi.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat pelestarian budaya.

Diharapkan, gerakan kecil ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mencintai dan menjaga, sekaligus menumbuhkan solidaritas kepada sesama yang membutuhkan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)