Ustadz Muamar Urai Sejarah Al Aqsha di Masjid Almanar Padang

datariau.com
1.447 view
Ustadz Muamar Urai Sejarah Al Aqsha di Masjid Almanar Padang
Foto: Irwandi Rais
Suasana acara.

PADANG, datariau.com - Masjid Al Manar jalan DPRD 5 Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota  Padang kedatangan tamu agung, yakni  Safari Dakwah Ramadhan Syekh Palestina dengan narasumber Syeikh DR Mus'ab Abu Suhaib dan  ustadz Muamar Lc. Hadir sekitar 100 jemaah memenuhi ruang  rumah ibadah Almanar tersebut, Ahad malam (27/5/2018).

Ustadz Muamar Lc  meyampaikan materi keutamaan Masjid Al Aqsha.  Ia menjelaskan bahwa nama Masjid Al Aqsha rasanya sangatlah akrab bagi umat Islam. Masjid  Al Aqsha berada di Yerusalem itu merupakan masjid tersuci ketiga bagi kaum muslim, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sebagian besar umat Islam juga sudah mahfum masjid ini pernah menjadi kiblat pertama shalat.

Kata ustadz Muamar Lc,  posisinya masjid Al Agsha baru digantikan Kabah di Masjidil Haram pada bulan ke-17, setelah Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah. Masjid Al Aqsha juga terkenal karena berdiri di atas kompleks suci tiga agama, Islam, Nasrani dan Yahudi. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah berada di bawah kekuasaan kekuatan besar, mulai Romawi, Bizantium, hingga Islam.

Adapun keutamaan Masjid Al-Aqsha menurut Al-Qur'an dan Hadits  yakni  Masjid Al-Aqsha tempat persinggahan Nabi Muhammad saat Isra’ dan Mi’raj. Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad pada tahun 620 M silam.

Masjidil Aqsa disebut menjadi perjalanan akhir Isra’ Nabi dari Masjidil Haram. Dari tempat itu pulalah Nabi Muhammad memulai perjalanan ke Sidrat Al Muntaha atau langit lapis ke tujuh.

Pada saat malam Isra’ dan Mi’raj itu pula, masjid yang juga disebut dengan nama Baitul Maqdis ini diyakini menjadi tempat Nabi Muhammad shalat, sebagai imam berjamaah bersama 25 Rasul dan lebih dari 160.000 Nabi.

Firman Allah mengatakan,  yang artinya  "Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat,“ (QS. Al-Isra : 1).

Masjid Al-Aqsha di Palestina adalah kiblat pertama umat Islam, sebelum Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan mengubah arah kiblat dari Masjid Al-Aqsha Palestina ke Masjid Al-Haram di Mekkah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menunaikan shalat menghadap Masjid Al-Aqsha sewaktu berada di Mekkah sebelum Hijrah hingga hijrah ke Madinah, dalam kurun waktu 16 bulan.

Kemudian atas perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala beliau shalat menghadap Ka'bah (Masjid Al-Haram) di Mekkah. Di dalam hadits disebutkan sebagai berikut  dari Al-Bara bin ‘Azib berkata, “Saya shalat bersama Nabi menghadap ke arah Baitul Maqdis selama enam belas bulan, sampai turun ayat di dalam Surah Al-Baqarah “Wahaitsu Ma Kuntum Fawallau Wujuhakum Syatroh.” (H.R. Bukhari).

Ayat di dalam Surah Al-Baqarah yang dimaksud  artinya  “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”. (QS. Al-Baqarah : 144).

Bukti peninggalan adanya peralihan kiblat dari Masjid Al-Aqsha ke Masjid Al-Haram, terbukti dengan adanya Masjid Qiblatain di Madinah. Masjid Qiblatain merupakan masjid tempat di mana Rasulullah Saw menerima perintah pemindahan arah kiblat itu.

Penulis
: Irwandi Rais
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)