Tekuni Bercocok Tanam di Tanah Jantan, Riduan: Butuh Perhatian Pemerintah

Hermansyah
1.031 view
Tekuni Bercocok Tanam di Tanah Jantan, Riduan: Butuh Perhatian Pemerintah
Syahputra A,md
Reporter Kepulauan Meranti mendampingi bapak Riduan saat memperlihatkan kebunnya.

MERANTI, Datariau.com - Salah satu warga Desa Alai di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menekuni bidang pertanian yakni bercocok tanam di Tanah Jantan, lokasi bercocok tanam tersebut berada di Desa Alai jalan Durian Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, Ahad (13/05/2018).

Dari pantauan wartawan datariau.com saat berada di lokasi, ada beberapa tanaman yang ada di perkebunan itu mulai dari tanaman pisang, pinang dan sebagainya. 

Perkebunan itupun dengan lokasi yang sangat efektif. Tapi sayangya, jalan menuju perkebunan itu sudah rusak lengkap dengan semak belukar yang menutupi jalan dan belum ada perbaikan sampai hingga saat ini. 

"Saya memulai bercocok tanam di tanah jantan ini baru setahun, untuk saat ini, saya masih fokus menanam tanaman pisang. Sebab, lebih mudah mengurusnya, kebetulan saya ada kesibukan lain, saya bisa datang melihat dan merawatnya hanya di waktu sore saat saya pulang kerja," ungkap Pak Riduan si pemilik kebun tersebut.

Ditambahkannya yang mengatakan, masih untungnya tanah ini milik saya sendiri, sehingga mudah saya untuk bercocok tanam dan saya olah sendiri. Cuma, masalahnya ada beberapa binatang yang merusak tanaman seperti monyet serta babi hutan, makanya saya selalu memantau, agar buah pisang yang tumbuh tidak dimakan para hewan-hewan itu (monyet). 

"Harga 1 kilo, pisang saya jual bekisar Rp3.000, kebetulan pisang yang saya tanam masih berumur 6 bulan, dan ada juga yang setahun. Beberapa tanaman pisang sudah ada yang tumbuh jantung, serta buahnya. Biasanya jenis pisang yang saya tanam ini buahnya tumbuh kisaran 44 hari lamanya, ada kisaran 260 tanaman pisang yang saya tanam," ungkap Riduan.

Riduan berharap adanya bantuan serta perhatian dari pemerintahan setempat. Seandainya kedepan perkebunan ini bagus, otomatis akan membantu ekonomi daerah dari segi perkebunan.

"Saat ini belum ada penghasilan karna masih baru, insallah dalam waktu singkat saya akan merasakan hasil jerih payah saya sendiri, saya berharap ada bantuan serta perhatian dari pemerintah, kalau seandainya kedepanya perkebunan kita bagus otomatis membantu ekonomi daerah dari segi perkebunan," harap Riduan agar adanya perhatian dari pemerintah setempat.

Penulis
: Syahputra A,md
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)