Serius Kembangkan Candi Muara Takus, Pemkab Kampar Duduk Bersama BPCB dan Sejarahwan

datariau.com
790 view
Serius Kembangkan Candi Muara Takus, Pemkab Kampar Duduk Bersama BPCB dan Sejarahwan
BANGKINANG KOTA, datariau.com - Candi Muara Takus yang terkenal dan telah berdiri berabad-abad yang lalu bukan saja menjadi benda peninggalan sejarah, lebih dari itu, Candi Muara Takus telah menjadi salah satu cagar budaya dan icon Kabupaten Kampar yang menjadikan magnet sebagai daya tarik kepariwisataan di Kabupaten Kampar.

Oleh sebab itu, karena ini merupakan cagar budaya yang perlu koordinasi, maka Pemerintah Kabupaten Kampar berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat untuk melakukan berbagai upaya dan program dalam pengembangan terhadap Candi Muara Takus yang menjadi kebanggaan masyarakat Kampar dan Riau.

Demikian disampaikan Bupati Kampar diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar M Yusri saat menerima expose BPCB terkait akan dikembangakannya kawasan Candi Muara Takus yang diadakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Jum'at (11/10).

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala BPCB Sumatera Barat Nurmatias dan tim mewakili Forkopimda Kampar, mewakili Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Zulia Dharma, sejarawan Abdul Latief, Ninik Mamak XIII Koto Kampar, peneliti dan peduli sejarah serta kepala OPD di lingkup Pemkab Kampar.

"Kita sangat menginginkan Candi Muara Takus sebagai magnet pariwisata di Kabupaten Kampar, khususnya di Kawasan PLTA Koto Panjang dan XIII Koto Kampar, tentunya karena ini cagar budaya dalam pengembangan memandang dari berbagai aspek, baik sejarah, keaslian candi maupun dari sejarawan dan Ninik Mamak setempat," kata Yusri.

Oleh sebab itu, pengembangan yang dilakukan oleh BPCB ini dapat diterima dengan baik oleh seluruh pihak. "Mari kita bersama-sama memikirkan yang terbaik dalam pengembangan Candi Muara Takus ini," pinta Yusri.

Secara prinsip, lanjutnya, Pemkab Kampar mendukung pengembangan candi ini dan juga telah memiliki program dalam memajukan kawasan ini berupa pembangunan jalan, penyediaan kapal pariwisata maupun program terhadap pembangunan tol Sumbar Riau dimana exit tolnya berada di XIII koto Kampar.

"Sehingga tim BPCB Sumatera Barat, Pemkab Kampar dan, Ninik Mamak, para sejarawan dan budaya dapat duduk bersama dalam melihat persoalan ini," pinta Yusri.

Sementara itu, Kepala BPCB Sumatera Barat Nurmatias menyatakan, bahwa BPCB akan melakukan pengembangan terhadap area Candi Muara Takus dalam bentuk pembangunan biopori sebagai resapan air dikala banjir, namun pembangunan ini tidak merubah landscap dan keaslian dari Candi Muara Takus.

Selain itu, pihak Kementerian Pendidikan dan Budaya RI telah mengucurkan dana Rp 1,7 miliar untuk pengembangan lokasi seluas 1,7 ha berupa pembangunan pagar, drainase maupun terhadap pemugaran candi yang mulai rapuh dan berlumut.

"Oleh sebab itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kampar dan masyarakat dalam pengembangan kawasan candi yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Riau ini, semoga ini dapat kita wujudkan," harapnya.

Sementara itu, Ibrahim, Tokoh Masyarakat Muara Takus menyatakan, bahwa pengembangan Candi Muara Takus telah dimulai sejak tahun 1984, dimana terjadi pemugaran besar-besaran, dia sebagai pekerja dan ikut langsung terhadap proses pengerjaan sehingga tahu persis seperti apa Candi Muara Takus yang sebenarnya, oleh sebab itu ia meminta agar ini terus dikawal untuk menjaga keaslian dari candi.

Senada dengan Ibrahim Sawir Datuok Tandiko berharap agar dapat melibatkan Ninik Mamak setempat terhadap apapun kegiatan yang diadakan di lokasi Candi Muara Takus.

"Apalagi kita lihat ada pekerjaan yang telah dilaksanakan di candi tersebut," pintanya.

Sementara itu, sejarawan Kampar Abdul Latief menyatakan banyak pekerjaan rumah dalam melihat Candi Muara Takus, perlu ditelusuri sejarah sehingga tidak salah langkah.

Pada kesempatan tersebut diambil kesimpulan bahwa kegiatan untuk sementara diberhentikan selama 2 pekan.

"Kesimpulan seluruh kita sepakat untuk menjaga kelangsungan Candi Muara Takus, memberikan waktu satu pekan kepada pihak yang berkepentingan seperti Pemkab Kampar, BPCB, dan pemerhati berkaitan dengan pembangunan sumur resapan, dapat melibatkan Ninik Mamak setempat dalam setiap kegiatan di Candi Muara Takus," tutup Sekda Kampar Drs Yusri. (das)
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)