Program PSR, Kebun Sawit Seluas 122 Haktare Kampung Empang Pandan Di-replanting

datariau.com
670 view
Program PSR, Kebun Sawit Seluas 122 Haktare Kampung Empang Pandan Di-replanting
Gambar: Hermansyah
Bupati Siak Drs H Alfedri MSi tanam perdana bibit kelapa sawit.

SIAK, datariau.com - Bupati Siak Drs H Alfedri MSi melakukan penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (14/2/2020) siang.

Giat tersebut dihadiri oleh Kepala BPTP Provinsi Riau, Ketua Dirjen BUN Pusat, Wakil Ketua Dewan Siak, Kadis DPMK Siak,  Camat Koto Gasib,  Perwakilan PT Palma Inti Lestari,  Perwakilan PT Bijan Inti Mekar. Pengurus Gapoktan se Kecamatan Koto Gasib serta perwakilan Dari PT Bank Riaukepri.

"Alhamdulillah, hari ini kita melakukan penanaman perdana peremajaan kelapa sawit, atau replanting yang akan di laksanaan di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib, dengan luas 122,8 haktare dari total lahan yang ada disini kurang lebih 900 haktare," kata Bupati Siak itu.

Dijelaskan Bupati Siak Alfedri, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan Koto Gasib ini, merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Tahap pertama luas lahan sawit yang akan dilakukan peremajaan seluas 122, 8 haktare dengan jumlah petani sebanyak 55 orang.

Pelaksanan replanting didukung Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau yang siap mensupport para petani yang mana lahannya akan di replanting harus menunggu 30 bulan hingga berbuah. Dengan melakukan pendampingan BPTP bersama para petani melakukan budidaya tanaman tumpang sari di lahan sawit yang di remajakan.

"Kita tidak ingin replanting tujuannya untuk mengatasi kemiskinan, namun memunculkan kemiskinan baru. Maka dengan adanya dukungan BPTP Provinsi Riau kita mendapat dukungan, bagaimana nanti masyarakat diberikan pendampingan menjelang sawitnya panen, bagaimana nanti ada usaha tani, akan di upayakan penanaman jagung, padi gogo, kedelai dan semangka," terangnya. 

Alfedri berharap dari luas lahan yang belum di replanting, pada tahap kedua juga dapat di bantu melalui dana BPDPKS. Dia juga mondorong Gapoktan, kelompok tani dan koperasi sawit agar membuat program peremajaan kebun sawit dengan baik. 

Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandan Jaya Agus Salim Siregar mengatakan, dengan kegiatan itu dirinya merasa terharu dengan di lakukannya peremajaan sawit ini. Karena butuh waktu cukup lama menanti program ini. 

Batang sawit yang ada sekarang tidak lagi produktif, kata Agus, tentu berdampak pada hasil yang di panen dan berpangaruh dengan pendapatan keluarga. Dari informasi yang di dapat batang sawit  yang ada di Kampung Empang Pandan ini dengan tahun tanam antara tahun 1982-1983.

"Bagi kami peremajaan ini sangat penting dilakukan, karena usia sawit kami lebih dari 25 tahun. Kami berharap setelah tahap pertama berhasil, kami juga mencoba usul untuk dilakukannya peremajaan sawit pada tahap kedua, mari para petani untuk menuntaskan peremajaan kebun sawit rakyat ini," ujarnya.

Pelaksanaan replanting Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting yang dilaksanakan di Kampung Empang Pandan, Kecamatan Koto Gasib ini di dukung oleh PT Palma Inti Lestari sebagai mitra dalam mendukung budidaya sawit serta didukung oleh Bank Riau Kepri. (man)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Sawit
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)