DATARIAU.COM - Beredar kabar Rusuh di Rutan Klas II Siak, Sabtu dinihari (11/5/2019) dipicu oleh napi yang bentrok dengan petugas karena perlakuan petugas lapas yang berlebihan dalam melakukan pemeriksaan kepada napi. Terkait hal itu, Kakanwil Kumham, M Diah mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan.
Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan kepada napi untuk mendapatkan informasi mengenai jaringan narkoba. Dalam upaya mendapatkan informasi, petugas melakukan tindakan sesuai SOP.
"Jika tindakan petugas yang dinilai memicu kerusuhan di Rutan Klas II Siak, siapapun petugas yang melakukan tindakan di luar batas yang tidak ada di SOP, pasti ada sanksi hukumnya. Dan itu perlu pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Menurutnya, petugas melakukan pemeriksaan terkait peredaran narkoba terhadap salah satu napi wanita yang diperiksa yang dianggab napi lain melakukan kekerasan. Jadi, pemeriksaan itu dikakukan untuk mengetahui jalur peredaran narkoba.
"Kalau ada tindakan yang dianggap di luar batas, itu sesungguhnya adalah tehnik untuk mengetahui jalur peredaran narkoba. Jika tindakan di luar SOP, pasti ada sanksinya," katanya.
Mengenai sanksinya, akan di lakukan proses sesuai dengan PP no 53. Untuk penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut kepada petugas tersebut. Kemungkinan akan dilakukan penarikan petugas ke kantor wilayah untuk pendalaman jika memang ada petugas yang melakukan tindakan di luar batas.
Disinggung jumlah petugas yang dilakukan pemeriksaan atas tindakan diluar batas yang memicu kerusuhan, M Diah mengatakan baru memeriksa seorang petugas. Akan dikakukan pengembangan.
Tentang gudang senjata yang di bobol, M Diah mengatakan bahwa secara keseluruhan, masih ada sebagian senjata yang berhasil di amankan.
Sedangkan mengenai napi yang masih ada, M Diah mengatakan napi napi itu akan dievakuasi. Evakuasi napi dilakukan di beberapa lapas dan rutan.
"Napi yang ada akan kita evakuasi akan kita data dulu lalu segera kita evakuasi ke Lapas Pekanbaru, Rutan Rengat. Kalau masih tidak tertampung akan kita evakuasi ke Rutan Bengkalis," terang M Diah. (*)