Gerhana Matahari Cincin Akan Terlihat di Siak

Ruslan
876 view
Gerhana Matahari Cincin Akan Terlihat di Siak
Gambar: Google
Gerhana matahari bercincin

PEKANBARU, datariau.com - Masyarakat Provinsi Riau tepatnya di Kabupaten Siak akan menjadi salah satu saksi fenomena alam langka. Yakni gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019. Untuk menyikapi fenomena cukup langka tersebut, Bupati Siak H Syamsuar melakukan pertemuan dengan pihak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jumat (10/8). 

Kabag Humas Lapan Ir Jasyanto MM mengatakan, pada 26 Desember tahun depan akan terjadi gerhana matahari cincin yang melintasi beberapa wilayah di Indonesia. Di antaranya Provinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. 

Sementara di wilayah lainnya, fenomena tersebut akan bisa diamati sebagai fenomena gerhana  parsial. Dari sejumlah provinsi yang akan dilalui jalur gerhana tersebut, titik greatest eclipse. Yaitu ketika sumbu bayangan bulan berada paling dekat dengan pusat bumi jatuh di wilayah Kabupaten Siak, Pulau Pedang, pada lokasi (1,0089 LU; 102,2465 BT, di sekitar Pulau Pedang dan Kabupaten Siak), dengan durasi fase cincin selama 3 menit 39 detik.

"Pada lokasi tersebut, maka gerhana matahari cincin akan terjadi mulai pukul 10.22 WIB, berpuncak pada 12.17 WIB, dan berakhir pada 14.13 WIB," kata Jasyanto.

Pusat sains antariksa, lanjutnya, sebagai pusat yang mempunyai tupoksi berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan berkait sains antariksa akan bekerja sama dengan Pemkab Siak. Dalam mempersiapkan diri menyambut fenomena gerhana matahari cincin yang akan terjadi tersebut, juga dapat diperluas pada kegiataan keantariksaan lainnya apabila diperlukan di kemudian hari.(sol)

"Untuk itu kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyaksikan fenomena langka ini," ujarnya.

Hilal Diprediksi Belum Terlihat

Kementerian Agama (Kemenag) sore nanti (11/6) menggelar sidang isbat penetapan awal Dzulhijjah 1439 H. Penetapan ini menjadi patokan Iduladha (10 Dzulhijjah) jatuh pada tanggal berapa. Meskipun belum ada keputusan resmi, hampir dipastikan Iduladha Jatuh pada Rabu 22 Agustus.

Di antara yang memprediksi Iduladha jatuh pada 22 Agustus adalah Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin. 

"Posisi hilal masih minus atau di bawah ufuk," katanya di sela mengikuti puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 di Pekanbaru, Jumat (10/8).

Dengan posisi hilal yang masih di bawah ufuk, maka hampir dipastikan hilal tidak akan bisa dirukyah atau diamati melalui teleskop. Sehingga bakal diputuskan jumlah hari di bulan Zulkaidah digenapkan (istimal) menjadi 30 hari. Maka 1Zulhijjah bakal jatuh pada Senin 13 Agustus dan Idul Adha (10 Zulhijjah) jatuh pada 22 Agustus.

Thomas mengatakan Lapan akan ikut melakukan rukyah atau pemantauan hilal. Pemantauan itu dilakukan di kantor Lapan di Pasuruan, Garut, Pontianak, dan sejumlah kantor Lapan lainnya. "In sha Allah awal Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha serempak sampai 2021," tutur dia. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga ikut melakukan pemantauan hilal. Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan BMKG menyiapkan 21 titik lokasi pengamatan hilal. Di antaranya di Bukit Condrodipo, Gresik; helipad di AURI Ngliyep, Donomulyo, Malang; Stasiun Geofisika Yogyakarta; dan di Pulau Nias, Sumatera Utara. 

Menteri Agama Lukman Hakim menjelaskan bahwa sidang isbat akan dilakukan setelah waktu Magrib. Dia berharap Iduladha kali ini tidak ada perbedaan waktu. 

"Mudah-mudahan sama," ucapnya. 

Sementara itu untuk pemantauan hilal akan dilakukan di banyak titik. Lukman tidak bisa menyebut jumlah pasti. Namun dia menuturkan jumlahnya tak akan jauh beda dengan pemantauan hilal Idulfitri lalu. 

"Kalau tahun lalu ada 90-an titik. Nanti kita dengar laporannnya," ungkap Lukman.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: riaupos.co
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)