PANGKALANKERINCI, datariau.com - Jauh sebelum kisah Andini menjadi viral, ternyata ada kisah yang lebih memilukan di sebuah dusun di kabupaten yang sama yakni Pelalawan, tepatnya Dusun Pekan Tua, Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan.
Adik-adik Andini masih beruntung memiliki kakak perempuan yang sudah pasti memiliki naluri keibuan yang tinggi dan Andini sendiri masih beruntung hanya memiliki dua orang adik.
Tapi apa yang bisa dilakukan bocah laki-laki ini, lebih memilukan. Ia tidak cukup kuat untuk mengasuh keempat adiknya yang masih kecil-kecil. Ibu mereka telah menghadap Yang Maha Kuasa beberapa hari sebelum foto ini diambil, saat usia si bungsu lebih kurang satu tahun. Tidak ada penyakit fisik yang tampak diderita ibunya, tapi bathinnya hanya Allah Yang Kuasa yang lebih tahu.
Sehabis Maghrib lebih kurang satu bulan yang lalu, menjadi hari yang paling menyedihkan bagi anak-anak ini.
Ibunya mendadak batuk darah dan langsung meninggal saat itu juga tanpa bisa diselamatkan, padahal jam 5 sorenya dia masih sehat-sehat saja dan ayah mereka tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini, dia meninggalkan mereka saat si bungsu masih berusia beberapa bulan.
"Inilah "Andini" yang tak terviralkan, tapi yakinlah nak, Allah yang Agung telah menyiapkan rezeki untuk kalian, karna Dia lah Sang Maha Sebaik-baik Pemberi Rezeki. Dan Ayah kalian suatu saat akan datang mencari kalian untuk mendapatkan sedikit maaf dari relung hati kalian... "Semoga Sukses anak-anakku..... Allah senantiasa bersama kalian." Begitulah unggahan yang diposting pertama kali melalui akun Facebook atas nama Enno Zandro. Foto bersama narasi diposting pukul 20.24 WIB, Kamis 17 Januari 2018, telah dibagikan oleh berbagai akun dan sudah disukai dan dikomentari ratusan netizen.
Ketua PWI Pelalawan non-aktif, Asnol Mubarrack, Jumat (18/1/2019) membenarkan postingan yang diunggah akun milik Enno Zandro ini. "Iya, postingan tersebut benar dan tidak hoax," jelasnya setelah menelusuri lebih jauh ke lapangan.
Secara rinci, Asnol mejelaskan kisah pilu lima bersaudara itu setelah ibu kandung meninggal dunia dan ayah kandung tak tahu rimbanya.
Kelimanya yakni Naufal anak tertua yang duduk di bangku SMP, adek yang kedua bernama Icha, ketiga bernama Zahra, keempat bernama Ragil dan kelima bernama Nisa.
"Nisa anak bungsu dalam keluarga ini berumur satu tahun sudah diangkat dan dirawat oleh pamannya," imbuh Asnol.
Pemerintahan Desa Kuala Tolam kecamatan Pelalawan angkat bicara terkait informasi adanya warga setempat melebihi kisah kehidupan Andini yang sudah viral.
Kepala Desa Kuala Tolam, Rupardi, Jumat (18/1/2019) menjelaskan, keluarga yang diberitakan tersebut baru pindah sekitar dua tahun lalu dari Jawa dan sudah memiliki rumah di Dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan.
Keluarga terdiri dari 5 orang anak bersaudara kandung sementara Ibundanya baru meninggal 2 bulan (belum 40 hari) dan ayahanda mereka sudah setahun pergi kerja ikut kapal Ikan di Tanjung Priok, Jakarta.
Saat ini di rumah yang masih ada anak pertama laki laki bersekolah di SMPN Pekan Tua Desa Kuala Tolam dan anak nomor 4 laki laki belum usia sekolah bersama Nenek dari Ibunda mereka.
Sementara anak ke-2 kelas 5 SD dan ke-3 kelas 1 SD keduanya perempuan tinggal bersama keluarga paman dari Ibundanya di desa Labuhan Bilik.
"Sedangkan anak ke-5 si bungsu perempuan bersama Paman dari Ibundanya di SP 1 dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam juga," kata dia.
Kata Kades halaman rumah yang sekarang ditempati anak sulung dan anak ke 4 bersama neneknya sudah ditanami sawit yang mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Diterangkannya lagi, kesemua anak usia sekolah semua bersekolah tanpa ada halangan apapun, bahkan SMPN 2 Dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam tempat si sulung bersekolah sanggup menyediakan segala fasilitas dan perlengkapan sekolah bagi si Sulung.
"Kesemua 5 anak tercukupi kebutuhan sehari-harinya dan sudah ada keluarga yang mengurus," tegas Kades.
Tidak itu saja, sambung Kades, bahkan Nenek yang memelihara si sulung dan anak ke-4 sudah mendapatkan program PKH yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan.
"Sore ini Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan berkunjung ke rumah keluarga tersebut," tandasnya. (*)