PEKANBARU, datariau.com - Sebanyak 100 pemuda terpilih dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri Opening Ceremony Champions for Peace 2026 yang digelar di Ballroom Cititel Hotel Pekanbaru, Rabu (24/6/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program internasional Champions for Peace yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan fokus pada penguatan kapasitas generasi muda dalam bidang perdamaian, kesehatan mental, resiliensi, kohesi sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Program Champions for Peace 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Kofi Annan Foundation, KRIS for Peace, dan IYES Foundation sebagai mitra pelaksana di Indonesia.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh Master of Ceremony, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari pihak penyelenggara. Momentum tersebut menjadi titik awal perjalanan kolaboratif para peserta yang akan mengikuti berbagai pelatihan, diskusi, hingga kegiatan lapangan selama program berlangsung.
Baca juga:Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Andry Saputra Sayangkan Pernyataan Plt Gubernur Riau Soal MBG Disebut Menurunkan PAD
Sebagai bagian dari upaya memperluas dampak program kepada masyarakat, Champions for Peace 2026 juga menggandeng Komunitas Si Paling Informasi sebagai media partner. Kolaborasi ini bertujuan mendokumentasikan, menyebarluaskan, dan mengangkat berbagai kisah inspiratif serta aksi positif yang lahir dari para peserta selama mengikuti kegiatan.
Dalam sambutannya, Eksekutif Direktur IYES Foundation, Cut Anisa, menegaskan bahwa Champions for Peace hadir sebagai ruang belajar sekaligus wadah kolaborasi bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
“Program ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang membangun jejaring pemuda yang memiliki visi yang sama dalam menciptakan perdamaian, memperkuat kohesi sosial, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujar Cut Anisa.
Baca juga:HUT ke-242 Pekanbaru, KNPI Ajak Masyarakat Perkuat Semangat KolaborAksi untuk Kemajuan Kota
Menurutnya, keberagaman latar belakang peserta menjadi kekuatan utama dalam program ini. Melalui interaksi dan kolaborasi yang intensif, para pemuda diharapkan mampu membangun pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya toleransi, inklusivitas, dan kepemimpinan yang berorientasi pada solusi.
Sementara itu, CEO Komunitas Si Paling Informasi, Nanya Dwi Kurniawan, yang hadir untuk meliput kegiatan tersebut, menilai Champions for Peace sebagai salah satu program kepemudaan yang memiliki dampak besar dalam membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Indonesia.
“Kami melihat program ini sebagai ruang yang mempertemukan pemuda-pemuda inspiratif dari berbagai daerah untuk belajar dan bertukar gagasan. Banyak nilai positif yang lahir dari kegiatan seperti ini dan patut diketahui oleh masyarakat luas. Karena itu, kami hadir untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan semangat perdamaian yang dibangun melalui Champions for Peace,” ujarnya.
Baca juga:Roy Suryo dan dr Tifa Tidak Ditahan Kejaksaan, Begini Respons Jokowi
Selama program berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai workshop, diskusi interaktif, simulasi, serta kunjungan lapangan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan mereka dalam membangun perdamaian, meningkatkan ketahanan diri, serta mengembangkan aksi sosial yang berdampak bagi masyarakat.
Berbagai materi yang diberikan juga akan menitikberatkan pada penguatan keterampilan kepemimpinan, penyelesaian konflik secara damai, kesehatan mental, pengembangan komunitas, hingga isu keberlanjutan lingkungan yang menjadi tantangan global saat ini.