1.019 Nelayan Siak Diberikan Secara Gratis BPAN Dari KKP Dan PT Jasindo Gulirkan PANM

Hermansyah
993 view
1.019 Nelayan Siak Diberikan Secara Gratis BPAN Dari KKP Dan PT Jasindo Gulirkan PANM
Nelayan Kabupaten Siak mendapat bantuan secara gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

SIAK, datariau.com - Dari total 1.077 nelayan di Kabupaten Siak, sebanyak 1.019 telah diberi Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN). Dimana Asuransi itu bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara gratis.

Asuransi tersebut pun telah diberikan kepada nelayan sejak tahun 2016 hingga 2018, sesuai dengan payung hukum Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2016. "Total neyalan di Siak sebanyak 1.077 jiwa, sampai 2018 ini tinggal 58 orang lagi yang belum," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Siak Susilawati, Jum'at (07/12/2018).

Ia menjelaskan, di tahun 2018 pihaknya tidak lagi bisa melakukan pengusulan asuransi gratis bagi nelayan yang telah menerima di tahun 2016 dan 2017. Namun PT Jasindo menggulirkan Program Asuransi Nelayan Mandiri. 

Dan nelayan pun diharapkan mengikuti program asuransi dengan nilai premi Rp 175 ribu, Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu per tahun untuk setiap nelayan.

Dirinya meminta para nelayan untuk memperhatikan masa berlaku asuransi, artinya jangan sampai diurus pada saat masa berlakunya sudah habis. Kartu tersebut sangat berguna untuk mengurus apabila nelayan mengalami kecelakaan atau sakit karena aktifitas sehari-hari.

Disampaikannya pula, Program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) Kementrian Kelautan dan Perikanan hanya berlaku selama 1 tahun. Jadi apabila masa berlaku asuransi telah habis, maka nelayan boleh ikut Asuransi Nelayan Mandiri dari PT Jasindo. "Untuk tahun 2018 usulan asuransi nelayan program pemerintah sebanyak 225 nelayan," imbuhnya.

Dijelaskannya, nelayan penerima Asuransi Mandiri tahun 2016 dan 2017 yang telah terbit kartu asuransinya sebanyak 11 nelayan, berasal dari Kecamatan Mempura. Sedangkan yang masih proses di PT Jasindo berjumlah 50 nelayan yang berasal dari Kecamatan Koto Gasib dan Sungai Apit.

Dirinya meminta para nelayan untuk memperhatikan masa berlaku asuransi, artinya jangan sampai diurus pada saat masa berlakunya sudah habis. Kartu tersebut sangat berguna untuk mengurus apabila nelayan mengalami kecelakaan atau sakit karena aktifitas sehari-hari.

Selain sektor perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya di kabupaten Siak sangat besar, oleh karena itu dirinya mengajak seluruh nelayan untuk memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal. Dengan harapan mewujudkan profesi nelayan, pembudidaya ikan sertal pengolah hasil perikanan menjadi masyarakat yang berpenghasilan tinggi.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)