Kecerdasan Buatan versus Manusia: Menimbang Keunggulan dan Tantangan

Oleh: Nova Anatasya*
datariau.com
2.105 view
Kecerdasan Buatan versus Manusia: Menimbang Keunggulan dan Tantangan
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Di era digital saat ini, kecerdasan buatan (Al) telah menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan. Dengan kemajuan teknologi yang pesat, Ai semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, industri hingga yang paling menonjol yaitu dalam bidang pendidikan Teknologi Ai (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan mengalami perkembangan yang masif dari tahun ke tahun.

Kehadirannya dengan fitur, fungsi, dan tampilan yang baru semakin berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia tidak terkecuali dalam pendidikan Perkembangan Ai yang sangat cepat dapat dimanfaatkan sebagai alat bagi guru untuk menulis, membantu mengembangkan ide, dan menemukan beberapa permasalahan yang dapat diteliti.

Salah satunya Ai dapat membantu guru atau pun dosen dalam mempercepat penulisan buku serta dapat membantu guru menemukan ideide baru, sehingga kualitas pembelajaran menjadi lebih baik. Buku dari hasil kolaborasi ide Ai dan kreatifitas guru pun dapat meningkatkan jumlah publikasi, yang bermanfaat untuk jenjang karir kenaikan pangkat.

Selain itu, kualitas pendidikan Indonesia akan meningkat, karena tersedia bahan terbuka yang memadai dan selalu diperbarui dalarm rentang waktu yang relatif pendek. Kecerdasan buatan dalam lingkungan mahasiswa di kampus sering kali menggunakan Al untuk mencari jawaban atas berbagai permasalah, mahasiswa atau seseorang tidak lagi bertemu dengan pakar atau orang yang bersangkutan melainkan jawabannya datang dari mesin, hal ini terlihat pada chatGPT, dimana mahasiswa banyak sekali menggunakan chatGPT sebagai alat untuk mendapatan jawaban dari tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.

Namun, muncul pertanyaan penting, apakah Ai dapat menggantikan kecerdasan manusia?

Kecerdasan buatan memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya sangat menarik. Pertama, Ai dapat memproses data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat. Misalnya, dalam bidang medis, Ai dapat menganalisis ribuan gambar medis dalam waktu singkat untuk mendeteksi penyakit.

Kedua, Ai tidak mengenal lelah dan dapat bekerja 24 jam sehari tanpa henti. Namun, Ai juga memiliki batasan. Meskipun Ai dapat mengolah data dan memberikan rekomendasi, ia tidak memiliki emosi, intuisi, atau pengalaman hidup yang dimiliki manusia.

Ai tidak dapat memahami konteks sosial atau budaya dengan cara yang sama seperti manusia. Misalnya, dalam situasi yang memerlukan empati atau pertimbangan moral, Ai mungkin tidak dapat memberikan jawaban yang memadai.

Kecerdasan manusia memiliki keunikan yang sulit ditiru oleh Ai. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, beradaptasi dengan situasi baru, dan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman dan intuisi. Kreativitas adalah salah satu aspek paling menonjol dari kecerdasan manusia, manusia dapat menciptakan inovasi yang tidak dapat diprogramkan oleh mesin.

Manusia memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara sosial dan membangun hubungan yang sangat penting dalam banyak aspek kehidupan. Kemampuan untuk memahami emosi orang lain dan merespons dengan cara yang tepat adalah sesuatu yang sulit dicapai oleh Ai.

Meskipun Ai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah masalah etika dan privasi. Penggunaan Ai dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan bias jika data yang digunakan tidak representatif. Selain itu, ada kekhawatiran tentang penggantian pekerjaan manusia oleh mesin, yang dapat menyebabkan dampak sosial yang signifikan.

Dalam perbandingan antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia, keduanya memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Ai menawarkan efisiensi dan kemampuan analisis yang luar biasa, sementara manusia memiliki kreativitas, empati, dan kemampuan beradaptasi yang unik.

Masa depan mungkin akan ditentukan oleh seberapa baik kita dapat mengintegrasikan kedua bentuk kecerdasan ini untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Dengan pendekatan yang tepat, kolaborasi antara manusia dan Ai dapat membuka jalan menuju inovasi dan kemajuan yang lebih besar.***

*) Penulis merupakan mahasiswi Universitas Jambi Fakultas Sains dan Teknologi

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)