DATARIAU.COM - Budaya merantau bagi masyarakat Indonesia bukanlah hal yang asing lagi. Berjuang mencari kehidupan yang layak untuk masa depan banyak dilakukan dari berbagai kalangan usia. Mulai dari remaja yang baru menyelesaikan pendidikan ataupun kepala rumah tangga yang tidak lagi tergolong muda.
Manusia tidak bisa menggantungkan nasibnya kepada orang lain. Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur?an surat Ar-Ra?d ayat 11 yang artinya:
"Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."
Semua orang punya kesempatan untuk sukses. Tinggal bagaimana manusia tersebut mau berusaha untuk mencapainya.
Berikut adalah tips dalam kehidupan sehari-hari yang dapat terapkan agar sukses di perantauan:
1. Jujur
Kejujuran dan kepercayaan saling terikat. Dimana pun dan kapan pun sikap jujur adalah nomor satu yang harus dipegang oleh setiap orang. Dalam setiap hal kejujuran sangat diperhatikan dan jangan sekali-kali menghancurkan kepercayaan orang lain.
2. Bertutur kata yang baik
Kehormatan diri seseorang dapat dilihat dari cara ia bertutur kata. Untuk itu bertutur kata lah yang baik dan sopan dengan siapapun tanpa merendahkan lawan bicara. Dengan bertutur kata yang baik seseorang akan mudah berinteraksi dan menjalin kerjasama dengan orang lain.
3. Giat
Hidup di rantau orang tidak bisa disamakan dengan hidup di rantau sendiri. Mulailah bangkit dan merubah kebiasaan-kebiasaan lama yang kurang baik. Tanamkan dalam diri untuk giat dan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
4. Mengelola pengeluaran
Masalah keuangan adalah hal yang paling sering dijumpai oleh setiap orang terutama oleh perantau. Pemasukan yang didapat harus dikelola dengan baik salah satunya dengan di tabung. Tujuannya adalah agar tidak menyesal dikemudian hari.
5. Prihatin
Prihatin pada konteks ini adalah menahan diri dari hawa nafsu dan kesenangan sesaat. Ketika di perantauan terapkanlah gaya hidup sederhana dan cukup serta hindari berfoya-foya dan mubazir yang dapat menyesatkan.
Berbekal doa dan usaha maka tidak perlu mengkhawatirkan hasil akhir yang akan diperoleh. Selalu diingat bahwa ayat di atas dapat dijadikan sebagai penyemangat untuk giat dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Entah itu pekerjaan, kebahagiaan ataupun hal-hal dunia yang dapat mengantarkan kita pada kehidupan yang baik di akhirat. (*)