Bentrok Warga dan Polres Meranti Berawal Karena Wanita di Hotel

datariau.com
6.691 view
Bentrok Warga dan Polres Meranti Berawal Karena Wanita di Hotel
Seribuan warga serang kantor Mapolres Meranti.

SELATPANJANG, datariau.com - Bentrok antara masyarakat dengan aparat kepolisian di Mapolres Meranti ternyata berawal dari api cemburu terhadap seorang wanita di salah satu hotel.

Berawal saat Apri, honorer di Dispenda Meranti tewas setelah ditangkap polisi dini hari tadi, Kamis (25/8/2016). Apri merupakan tersangka pembunuhan terhadap Brigadir Adil S Tambunan (34) di parkiran Hotel Furama, Kota Selatpanjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menjelaskan, bahwa kasus pembunuhan terhadap personil Polres Meranti Brigadir Adil S Tambunan (34) dilatarbelakangi rasa cemburu. Dikatakannya, laporan yang dia terima dari Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar menyebutkan kasus penikaman terhadap Adil oleh Apri dipicu oleh rasa cemburu.

"Saat itu Apri melihat Brigadir Adil bersama dengan seorang perempuan. Siapa perempuan ini masih dalam penyelidikan," kata Guntur.

Sempat terjadi adu mulut, tiba-tiba Apri langsung menikam Brigadir Adil sehingga anggota polisi ini pun tewas. Setelah peristiwa itu, pelaku lalu kabur.

Pelaku lalu ditangkap beberapa jam kemudian. Terakhir warga mengetahui pelaku meninggal dunia di ruang mayat RSUD Meranti. Hal ini menimbulkan kemarahan dari sekira 500 orang warga. Warga mengepung Markas Polres Kepulauan Meranti.

Informasi yang beredar, bahwa Apri saat ditangkap polisi mendapat dua tembakan di kaki kemudian dirawat ke RSUD. Setelah peluru diangkat dari kakinya, kemudian Apri kembali dibawa ke kantor polisi dan diduga kembali digebukin di sana hingga mengalami luka parah di sekujur tubuhnya.

Dalam aksi protes seribuan warga ke Mapolres Meranti, akibat menendang pagar kantor polisi, dikabarkan seorang warga tergeletak di pingir jalan dengan kondisi darah segar mengucur dari kepala. Diduga, warga yang ikut aksi ini ditembak oknum polisi yang mengawal aksi tersebut.

"Keluarga korban hanya ingin menanyakan perihal meninggalnya korban saat penyelidikan dan hal ini menimbulkan reaksi masa yang spontan berkumpul di kantor Polres," sebut seorang saksi mata di Polres Meranti.

Pada pukul 15.00 tadi, hujan pun turun dengan deras mengguyur lokasi bentrok. Namun warga masih tetap melakukan aksi menuntut agar Kapolres mempertanggungjawabkan meninggalnya Apri tersebut.

Penulis
: Iyan
Editor
: Zardi
Tag:bentrok
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query