Aksi Lansir BBM Subsidi di SPBU Pekanbaru Ini Bebas dan Nekat, Pengawas Mencoba Sogok Wartawan

datariau.com
3.166 view
Aksi Lansir BBM Subsidi di SPBU Pekanbaru Ini Bebas dan Nekat, Pengawas Mencoba Sogok Wartawan
Windy
Aksi lansir BBM subsidi di SPBU 14.282.663 beralamatkan di Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Perusahaan ataupun industri diharuskan menggunakan bahanbakar minyak non-subsidi, namun belakangan, masih saja ada yang menggunakan BBM subsidi dan menjamurlah kelompok pemburu BBM subsidi untuk dilansir dan ditimbun untuk dijual kembali.

Temuan tim datariau.com pada Rabu (22/11/2017) kemarin di SPBU 14.282.663  beralamatkan di Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru, aksi melansir BBM subsidi di SPBU ini tergolong bebas dan nekat. Bagaimana tidak, setiap pengendara yang mampir di SPBU itu menyaksikan aksi pembelian BBM subsidi secara curang ini.

Melihat aksi ini, tim datariau.com kemudian mendatangi operator yang tengah asik mengisi beberapa jerigen ukuran besar di dalam satu unit mobil nomor plat BM 1071 FG. Operator ini mengaku bernama M Idrus. Saat ditanya, dia mengatakan bahwa yang memerintahkan isi BBM subsidi jenis Solar ini ke jerigen adalah pengawas SPBU bernama Ijal.

Setelah mengambil gambar baik foto dan video aksi pengisian BBM subsidi ke jerigen ini, tim kemudian mencari pengawas yang bernama Ijal di SPBU tersebut sesuai keterangan operator M Idrus tadi. Ijal pun saat ditemukan dia memberi keterangan.

"Kami tetap melayani pembelian Solar dengan jerigen karena ini uang masuk operator juga, dan uang masuk kami semuanya, kalau hanya berharap gaji tahu lah ya kan," katanya saat tim datariau.com melakukan konfirmasi sambil merekam pembicaraan itu.

Ijal juga mengakui menjual BBM subsidi ke tukang lansir menggunakan jerigen tidak diketahui pihak Pertamina maupun pengelola SPBU. "Aturan dari kami sendiri dan tidak diketahui oleh pimpinan kami," ungkap Ijal yang mengatakan bahwa SPBU 14.282.663 ini milik H Bustamam.

Ijal atau Izal ini beralasan, pihaknya menjual BBM subsidi kepada tukang lansir menggunakan jerigen karena penjualan di SPBU itu merosot. "Dalam 16 ribu liter Solar ini selalu berlebih di SPBU 14.282.663 ini sampai saat datang stok lagi, yang ada belum terjual, karena sekarang sudah ada Jalan Kubang Raya, mobil jarang lewat sini," ujarnya.

Setelah mendapat konfirmasi tersebut, tim datariau.com beranjak pergi dari SPBU untuk menindaklanjuti ke Pertamina dan pemerintahan setempat. Pengawas yang bernama Izal ini berusaha ingin memberikan sejumlah uang kepada tim agar persoalan ini jangan dibesar-besarkan di media. Namun jelas aksi ini merupakan pelecehan terhadap jurnalis, tim menolaknya dan mengatakan kondisi seperti ini tidak layak terjadi dan harus segera dihentikan.

Agar ada efek jera bagi pengusaha nakal, maka SPBU seperti ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pertamina, jika memang stoknya berlebih dan tidak bisa terjual dalam waktu yang ditargetkan, maka bisa dikurangi pasokan dan dialihkan ke SPBU yang lebih ramai yang selalu kehabisan stok BBM.

Penulis
: Windy
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)