Tersisa Rp 9 T, Jumeri Minta Sekolah Manfaatkan Dana BOS Menjelang Akhir Tahun

Sindy Aprilia Dwiyanti
595 view
Tersisa Rp 9 T, Jumeri Minta Sekolah Manfaatkan Dana BOS Menjelang Akhir Tahun
Gambar : liputan9.org

DATARIAU.COM - Seluruh sekolah di Indonesia yang mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diminta untuk segera memanfaatkan dana tersebut hingga akhir tahun ini. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menyebut masih ada Rp 9 triliun dana BOS yang belum terserap.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek Jumeri dalam seminar "Peran dana BOS dalam rangka Akselerasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas" yang diikuti oleh guru serta kepala sekolah di Kota Semarang.

Jumeri mengatakan jika sekolah masih ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa), maka tahun depan dana Bos yang diberikan akan berkurang.

?Jadi misalnya tahun besok harusnya nerima 500, ada Silpa 100, ya nerima 400 aja besok. Tapi kalau bisa dihindari. Karena kalau ada Silpa pemahaman orang itu tidak butuh duit, duite turah (uangnya berlebih),? kata Jumeri, Kamis (28/10/2021).

Ia menambahkan, "Mestinya uang itu bisa dipakai, dibelanjakan ke toko-toko untuk menggerakkan ekonomi, kan bayangin Rp 9 triliun kan gede juga, ya. Bisa menggerakkan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Jumeri pun menyebutkan sebenarnya dana BOS bisa digunakan untuk perlengkapan protokol kesehatan mengingat pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

"Ini belum terdeksi karena belum akhir tahun. Tapi karena ini mau akhir tahun, kita berikan warning supaya dibelanjakan. Dana BOS bisa dipakai buat prokes? Bisa banget, bisa untuk perlengkapan prokes," ujarnya.

Ia meminta sisa waktu kurang dari tiga bulan hingga akhir 2021 dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menggunakan dana BOS yang telah diterima.

"Ini masih ada waktu bulan Oktober November dan Desember untuk membelanjakan uang itu, kami tidak membatasi lagi sekarang, sekarang lebih mereka. Tapi ini sebenarnya tergantung kepala sekolahnya aja, kurang kreatif aja dan sebagainya. Ini kan uang negara," kata Jumeri.

Source : detik.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)