KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa pagi.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, pemuda, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tengah menjalankan pengabdian di wilayah tersebut.
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 17 Desa Padang Tanggung turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kecamatan Pangean. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pemerintah kecamatan, para kepala desa se-Kecamatan Pangean beserta perangkat, masyarakat, serta mahasiswa KKN dari berbagai perguruan tinggi yang sedang melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Pangean.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 62 Dorong Digitalisasi Kampung Bunsur, Bangun Workspace dan Media Sosial Resmi
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam massal yang dipusatkan di kawasan Pantai Jai-Jai Raok. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan gerak jalan santai dengan rute mengelilingi Desa Padang Tanggung sebelum kembali ke kawasan Pantai Jai-Jai Raok.
Kehadiran mahasiswa KKN dalam kegiatan tersebut tidak sekadar sebagai peserta. Mereka turut berbaur dengan masyarakat, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah desa dan pemerintah kecamatan selama menjalankan program pengabdian.
Suasana semakin semarak setelah gerak jalan santai berakhir. Pemerintah Kecamatan Pangean bersama Pemerintah Desa Padang Tanggung membagikan sejumlah doorprize kepada peserta kegiatan.
Di balik kemeriahan perayaan tersebut, terselip pesan mengenai pentingnya memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana masyarakat saat ini mampu menjaga kebersamaan, merawat budaya, serta mengembangkan potensi daerah.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 Mulai Pengabdian di Desa Bunsur, Usung Program "Bunsur Berseri Alam Lestari"
Ketua KKN UMRI Kelompok 17 Desa Padang Tanggung, Rabbi Fernanda, mengatakan kegiatan yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi momentum penting selama pelaksanaan KKN.
Menurutnya, mahasiswa tidak ingin sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga ingin menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama berada di lokasi pengabdian.
“Bagi kami, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja. Kami ingin hadir, berbaur dan menjadi bagian dari masyarakat. Kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa pengabdian tidak dibangun dari jarak antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi dari kebersamaan,” ujar Rabbi Fernanda.
Ia menambahkan, momentum HUT ke-81 RI juga dapat menjadi kesempatan bagi Desa Padang Tanggung untuk semakin memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki, terutama kekayaan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Kuantan Singingi.
Salah satu potensi tersebut adalah tradisi Pacu Jalur. Kabupaten Kuantan Singingi selama ini dikenal luas dengan tradisi pacu jalur yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat.
Di Desa Padang Tanggung sendiri terdapat tim pacu jalur Rajo Bujang yang dinilai memiliki potensi untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Kuansing memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satunya Pacu Jalur. Di Desa Padang Tanggung sendiri ada Rajo Bujang. Kami berharap potensi ini tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk datang melihat langsung bagaimana budaya itu hidup dan dirawat oleh masyarakat,” katanya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Rabbi menilai budaya tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, budaya dapat menjadi identitas, sumber kebanggaan masyarakat, sekaligus daya tarik yang mampu memperkenalkan daerah kepada masyarakat dari luar.
“Kalau kita ingin desa ini dikenal, maka potensi yang dimiliki harus terus diperkenalkan. Pemerintah, masyarakat, pemuda dan mahasiswa bisa mengambil peran masing-masing. Kemerdekaan hari ini salah satunya dapat kita maknai dengan merawat identitas dan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia,” lanjutnya.