DATARIAU.COM - Desa Paya Rumbai kembali memancarkan semangat kemerdekaan yang tak pernah padam dengan merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79.
Suasana di desa ini tampak penuh dengan warna-warni pernak-pernik merah putih yang menghiasi setiap sudut desa.
Persiapan yang dilakukan oleh warga desa ini sudah dimulai jauh hari sebelum peringatan HUT RI, menggambarkan antusiasme yang besar dalam memperingati momen bersejarah ini.
Pada hari yang ditunggu-tunggu, pagi-pagi buta, warga desa sudah berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti upacara bendera. Tak terkecuali, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, semua larut dalam kesakralan upacara tersebut.
Yang menjadi kebanggaan tersendiri, upacara kali ini turut melibatkan para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang bertugas di Desa Paya Rumbai. Para mahasiswa ini tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga berperan aktif dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Kehadiran mahasiswa KKN sebagai bagian dari Paskibra menambah semangat dan kekhidmatan upacara. Mereka berlatih bersama pemuda-pemudi desa selama berminggu-minggu, menunjukkan dedikasi dan rasa cinta kepada tanah air yang mereka tunjukkan melalui tugas mulia ini.
Dengan langkah tegap dan seragam putih yang rapi, mereka berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih dengan sempurna, mengundang rasa bangga dari seluruh warga yang hadir.
Setelah pengibaran bendera selesai, suasana meriah segera melanjut dengan pawai di lapangan desa. Pawai ini diikuti oleh anak-anak dari PAUD, TK, dan SD yang ada di desa.
Anak-anak kecil tersebut tampak antusias, mengenakan kostum beragam mulai dari pakaian adat, seragam profesi, hingga baju-baju unik yang mereka hias sendiri dengan bantuan orang tua dan guru.
Diiringi oleh musik dan sorak-sorai dari penonton, anak-anak berjalan dengan penuh semangat mengelilingi lapangan, menampilkan keceriaan mereka dalam perayaan kemerdekaan.
Setelah pawai berakhir, warga desa bersama-sama mengadakan acara makan bersama di lapangan. Makanan disajikan dengan penuh keakraban. Ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Semua orang, tanpa memandang usia atau status sosial, duduk bersama, menikmati hidangan sambil berbincang santai. Para mahasiswa KKN juga ikut bergabung, berbagi cerita dan pengalaman dengan warga setempat, semakin mempererat hubungan antara pendatang dan masyarakat lokal.
Sebagai penutup rangkaian acara, lomba-lomba tradisional diadakan untuk semakin memeriahkan suasana.
Lomba-lomba seperti balap karung, tarik tambang, dan panjat pinang diikuti oleh warga dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Sorak-sorai dari penonton menambah semangat para peserta lomba, menciptakan suasana kompetisi yang seru namun tetap penuh keakraban.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk mempererat persaudaraan antarwarga dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda sejak dini.
Semangat gotong royong dan persatuan yang terlihat dalam setiap detail acara menunjukkan betapa kuatnya ikatan sosial di desa ini.
Melalui pengibaran bendera, pawai, makan bersama, dan lomba-lomba, warga Desa Paya Rumbai membuktikan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya milik kota-kota besar, tetapi juga hidup dan berkembang di desa-desa yang sederhana namun penuh makna.
Hari itu, Desa Paya Rumbai tidak hanya merayakan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga merayakan kekuatan persatuan dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat desa.
Dengan semangat yang menyala-nyala, dan partisipasi penuh dari semua kalangan termasuk mahasiswa KKN, Desa Paya Rumbai berhasil menanamkan rasa cinta tanah air yang mendalam kepada setiap warganya, dari generasi ke generasi.***