SIAK, datariau.com - Pemanfaatan smartphone di kalangan siswa sekolah dasar terus menjadi perhatian di tengah semakin pesatnya perkembangan teknologi. Menjawab kondisi tersebut, SD Negeri 1 Rempak menggelar sosialisasi pemanfaatan smartphone sebagai sarana pembelajaran bagi siswa.
Kegiatan ini menjadi langkah edukatif untuk mengarahkan kebiasaan siswa dalam menggunakan smartphone agar tidak hanya sebatas untuk hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yang aman, positif, dan produktif.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan smartphone secara tepat dan bertanggung jawab. Mereka diperkenalkan pada berbagai aktivitas yang dapat dilakukan melalui perangkat digital untuk menunjang proses pembelajaran.
Baca juga:Dipulangkan dari Lokasi KKN, Mahasiswa UMRI Beberkan Dugaan Pungutan Rp300 Ribu dan Program Pengabdian Ditolak
Tidak hanya mendapatkan materi, siswa juga mengikuti praktik langsung. Mereka diajak mengakses bahan bacaan digital, mengerjakan latihan numerasi, hingga membuat berbagai karya sederhana dengan memanfaatkan smartphone, seperti poster dan video.
Metode praktik tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi saat mencoba berbagai fitur serta aplikasi yang dapat mendukung kegiatan belajar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan literasi digital sejak usia sekolah dasar. Dengan pemahaman yang tepat, smartphone diharapkan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai perangkat hiburan, melainkan sebagai teknologi yang dapat membantu siswa memperoleh informasi, mengembangkan kreativitas, serta memperluas pengalaman belajar.
Baca juga:
Kelompok 45 KKN UMRI 2026 Siap Mengabdi di Kampung Rempak, Usung Program Pestisida Organik dan Briket Ampas Kopi
Selain siswa, guru dan orang tua juga mendapat pemahaman mengenai pentingnya pendampingan dalam penggunaan teknologi. Peran orang dewasa dinilai penting agar penggunaan smartphone oleh anak tetap berada dalam koridor yang aman dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
Pendampingan tersebut diperlukan untuk membantu siswa membedakan konten yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, mengatur waktu penggunaan perangkat, serta membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara bijak.
Tingginya minat siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Apabila diarahkan dengan baik, smartphone dapat menjadi salah satu media yang membantu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau