Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik di Masa Pandemi

datariau.com
1.946 view
Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Tematik di Masa Pandemi
Ilustrasi (Foto: Ikhwan Sains Bloger)

DATARIAU.COM - Di masa Covid-19 sekarang ini dapat merugikan banyak bidang terutama di dalam bidang Pendidikan, penyebab dari pandemi ini membuat pola pendidikan berubah. Semula proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka. Tetapi kini, proses belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh atau daring yang hanya memanfaatkan jaringan internet.

Dimasa pandemi ini sulit untuk mengambil penilaian autentik yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran tematik karna harus mengajar peserat didik secara daring (online). Penilaian autentik secara singkatnya adalah penilaian yang memfokuskan pada tiga aspek yang ada pada diri peserta didik.

Aspek tersebut yaitu aspek afektif atau sikap, aspek kognitif atau pengetahuan, dan aspek psikomotorik atau keterampilan. Penilaian autentik juga termasuk dalam kurikulum 2013, dimana penilaian yang dilakukan tidak hanya hasil akhirnya saja tetapi juga proses selama pembelajaran berlangsung.

Untuk mengambil nilai secara komprensif hasil belajar siswa melalui penilaian autentik tidak begitu terlihat di masa pandemi ini. Dalam pembelajaran tematik mengaitkan seluruh mata pelajaran menjadi satu yaitu mata pelajaran Ilmu Pendidikan Sosial (IPS), Ilmu Pendidikan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKN) semua mata pelajaran tersebut dijadikan satu dalam buku yang berbentuk menjadi tema.

Untuk itu jika temanya membahas tentang lingkungan hidup peserta didik harus mengoservasi secara langsung di lingkungan dengan dipandu guru tetapi karena masa pandemi dan belajar pun melalui jaringan (online) itu tidak dapat dilakukan sehingga guru pun tidak dapat menerapkan penilaian autentik tentang pengetahun dan keterampilan peserta didiknya.

Walapun begitu masih ada cara lain untuk melaksanakan penilaian autentik dalam pembelajaran tematik di masa pandemi. Melalui jaringan yang tersedia atau media komunikasi yang beragam masih bisa memudahakan untuk melakukan penilaian autentik tentang hasil proses belajar siswa baik dari segi pengetahuannya dan keterampilannya.

Di Sekolah Dasar untuk pembelajaran tematik pada masa pandemi sekolah masih memfasilitasi peserta didik dengan buku cetak tematik terpadu mulai dari kelas I-VI. Menilai hasil belajar peserta didik baik pengetahuannya ataupun keterampilannya dapat dilihat ketika seorang guru memberikan tugas yang harus dikerjakan peserta didik berdasarkan. Dengan begitu penilaian autentik dalam pembelajaran tematik di masa pandemi dilakukan.

Penilaian autentik dalam pembelajaran tematik adalah penilaian yang dilakukan secara komprensif untuk menilai proses dan hasil belajar siswa, baik dari sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik dilakukan secara terus-menerus untuk menilai peserta didik yang menekankanpada apa yang harusnya dinilai, baik proses maupun hasil dengan berbagai instrument penilaian.

Penilaian autentik di masa pandemi dilakukan dengan cara menilai proses melalui produk, menilai personal/individu dari kelompok dan menilai proses melalui pelacakan aktivitas. Sementara strategi assessmen for learning di masa pandemi dijelaskannya untuk lebih fokus ke komponen yang paling utama atau penting, materi yang digunakan esensial saja sekaligus yang dapat membangun kompetensi serta siswa belajar dan dinilai dalam kondisi aman/tanpa resiko.?

Pelaksanaan penilaian kurikulum 2013 pada pembelajaran berbasis daring dengan mengembangkan inovasi penilaian yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan terhubung jaringan internet. Penilaian yang dilakukan merupakan penilaian autentik yang menekankan pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian sikap dengan menggunakan teknik observasi yang berkolaborasi bersama orang tua sebagai penilaian utama melalui aplikasi WhatsApp group.

Sedangkan untuk penilain penunjang belum dilaksanakan dikarenakan guru mengalami kesulitan dalam menyusun instrument dan rubrik penilaian Penilaian pengetahuan dilakukan dengan menggunakan tes berbasis daring melalui paltfrom Google classroom dan Google form. Kemudian penilaian keterampilan menggunakan produk mind map. Sedangkan problem yang sering muncul dalam pelaksanaan penilaian diantaranya, sebagian siswa belum memiliki teknologi yang memadai, ketimpangan akses internet, dan kurangnya kerjasama antara guru dan orang tua siswa.

Disusun oleh : Luthfi Fitrianti, Maya Marisa, Sherly Ansyarian Harahap, Sopia (Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2020, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau)

Ditulis untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah ?Pembelajaran Tematik SD?

Dosen Pengampu : Dea Mustika SPd MPd

Tag:belajar
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)