KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Pemerintah Kecamatan Pangean menyambut kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dalam sebuah acara penyambutan yang berlangsung di Kantor Camat Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program KKN UMRI Tahun 2026 di delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Pangean.
Acara berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaborasi dengan dihadiri Camat Pangean Aswandi, S.Pd., M.M., Sekretaris Camat Pangean, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa peserta KKN, serta para kepala desa yang menjadi lokasi penempatan mahasiswa.
Adapun delapan desa yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa KKN UMRI meliputi Desa Pulau Deras, Desa Pasar Baru, Desa Pembatang, Desa Sako, Desa Pulau Kumpai, Desa Pulau Angit Hulu, Desa Sukaping, dan Desa Pulau Rengas.
Baca juga:Dipulangkan dari Lokasi KKN, Mahasiswa UMRI Beberkan Dugaan Pungutan Rp300 Ribu dan Program Pengabdian Ditolak
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Universitas Muhammadiyah Riau yang disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan, Khusnul Hanafi, M.Soc.Sc. Selanjutnya, Sekretaris Camat Pangean menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi menerima dan menyambut kehadiran mahasiswa KKN UMRI di wilayah Kecamatan Pangean.
Prosesi penyambutan mahasiswa kemudian dilakukan secara simbolis sebagai tanda diterimanya mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat selama masa KKN. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pengabdian tersebut.
Dalam sambutannya, Khusnul Hanafi menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
"Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga sikap dan nama baik almamater selama berada di lokasi KKN," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 62 Mulai Pengabdian di Desa Bunsur, Usung Program "Bunsur Berseri Alam Lestari"
Ia juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar senantiasa menjunjung tinggi etika, menghormati adat istiadat setempat, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sehingga program-program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat nyata.
Sementara itu, pihak Kecamatan Pangean menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Muhammadiyah Riau yang kembali menjadikan wilayah tersebut sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Pemerintah kecamatan berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan desa melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan masyarakat.
Usai prosesi penyambutan, mahasiswa melakukan dialog bersama para kepala desa untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi wilayah, potensi yang dimiliki masing-masing desa, serta berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat. Diskusi tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Melalui proses identifikasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merancang program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Selama menjalankan KKN, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau akan melaksanakan berbagai program pengabdian di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, ekonomi, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Program KKN juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama lintas sektor melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa.