INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) berhasil merealisasikan program kerja penutup mereka dengan membangun sebuah rocket stove di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata sekaligus peninggalan (legacy) bagi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Rocket stove merupakan fasilitas pembakaran sampah yang dirancang dengan sistem pembakaran yang lebih efisien sehingga mampu meminimalkan produksi asap dibandingkan metode pembakaran sampah secara konvensional. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga maupun sampah pasar tanpa menimbulkan polusi udara yang berlebihan.
Pembangunan rocket stove dilaksanakan pada akhir masa pengabdian mahasiswa KKN UNRI. Proses pengerjaannya berlangsung secara efisien dengan waktu sekitar lima jam melalui kerja sama antara mahasiswa, masyarakat setempat, serta dukungan penuh dari Ketua RT 07 yang turut terlibat langsung selama proses pembangunan.
Baca juga:Pembuatan
Tungku Roket Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Minim Asap di Desa
Perkebunan Sungai Parit Inhu Oleh Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI
Dalam pembuatannya, rocket stove dibangun menggunakan material yang kokoh agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Struktur bangunan terdiri atas campuran semen serta sekitar 50 hingga 60 batang hebel (batu bata ringan) yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan sistem pembakaran yang optimal dan lebih hemat bahan bakar.
Ketua kelompok KKN menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut merupakan salah satu program yang dirancang untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
"Kami ingin meninggalkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Rocket stove ini tidak hanya menjadi sarana pembakaran sampah, tetapi juga menjadi upaya mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran terbuka yang selama ini masih sering dilakukan," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Ember Bekas Jadi Tong Sampah, Dorong Budaya Reuse di Desa Lubuk Jering
Untuk memaksimalkan manfaatnya, rocket stove ditempatkan di lokasi yang strategis, yakni di sebelah pasar Desa Paya Rumbai. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada tingginya aktivitas masyarakat serta banyaknya sampah yang dihasilkan dari kegiatan pasar setiap hari.
Dengan adanya fasilitas ini, proses pengelolaan sampah pasar diharapkan menjadi lebih tertata, bersih, dan higienis. Selain itu, teknologi pembakaran yang digunakan juga mampu mengurangi asap tebal sehingga lebih nyaman bagi masyarakat yang berada di sekitar area pasar.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Paya Rumbai. Rocket stove kemudian diresmikan sekaligus diserahkan secara resmi kepada pemerintah desa oleh Kepala Desa Paya Rumbai pada 29 Juli 2026 sebagai fasilitas yang selanjutnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Kepala Desa Paya Rumbai menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Riau. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi desa, khususnya dalam mendukung kebersihan lingkungan.
Mahasiswa KKN UNRI berharap fasilitas rocket stove dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sehingga mampu menjadi solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Mereka juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat terus terjalin melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.
Melalui program kerja penutup ini, mahasiswa KKN Universitas Riau tidak hanya meninggalkan sebuah infrastruktur sederhana, tetapi juga mewariskan semangat kepedulian terhadap lingkungan serta budaya pengelolaan sampah yang lebih sehat dan ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Paya Rumbai.***