SMM PANEL INDO

Dari Riset Menjadi Acuan Kebijakan, Tim PKM-RSH Universitas Riau Dorong Mitigasi Konflik Manusia-Gajah Berbasis Praktik Lokal di Pelalawan

datariau.com
106 view
Dari Riset Menjadi Acuan Kebijakan, Tim PKM-RSH Universitas Riau Dorong Mitigasi Konflik Manusia-Gajah Berbasis Praktik Lokal di Pelalawan
Foto: Ist.
Tim PKM-RSH Universitas Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) konfirmatif pada Senin (24/8/2026) di Kantor BAPPEDA Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN, datariau.com - Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Riau mendorong penguatan upaya mitigasi konflik manusia-gajah di Kabupaten Pelalawan melalui pemanfaatan praktik lokal masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan pengambilan kebijakan di daerah.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tim PKM-RSH Universitas Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) konfirmatif pada Senin (24/8/2026) di Kantor BAPPEDA Kabupaten Pelalawan.

FGD tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mengonfirmasi hasil penelitian terkait mitigasi konflik manusia??"gajah berbasis co-adaptation dan olfaktori, sekaligus menggali masukan dari berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan persoalan konservasi dan pengelolaan lingkungan di Kabupaten Pelalawan.

Baca juga:Tim PKM UNRI Tinjau Kegiatan Penyulingan Minyak Atsiri di Desa Siabu


Kegiatan ini dihadiri Kepala BAPPEDA Kabupaten Pelalawan T. Muhammad Syukran, S.Sos., ME beserta jajaran, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Badan Riset Daerah Kabupaten Pelalawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pelalawan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Pelalawan, serta praktisi lingkungan.

Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Turut hadir Ketua Jurusan Sosiologi Universitas Riau Dr. Mita Rosaliza, S.Sos., M.Soc.Sc., bersama sejumlah dosen Jurusan Sosiologi.

Penelitian ini diketuai Okta Rindah Zahra dengan anggota Nindy Elsa Corvina dan Fitrah Asyrafal, di bawah pendampingan Rina Susanti, S.Sos., M.Si. selaku dosen pendamping.

Baca juga:Polda Riau Periksa 40 Saksi Ungkap Kasus Gajah Mati di Areal Konsesi PT RAPP Distrik Ukui


Dalam FGD, tim peneliti memaparkan hasil kajian mengenai berbagai praktik lokal yang selama ini diterapkan masyarakat Desa Bagan Limau dan Desa Lubuk Kembang Bunga dalam menghadapi konflik dengan gajah yang berada di sekitar ruang hidup mereka.

Penelitian tersebut menyoroti bagaimana masyarakat beradaptasi dengan keberadaan satwa liar melalui praktik-praktik yang berkembang berdasarkan pengalaman lokal. Selain itu, tim juga mengkaji penerapan serta preferensi masyarakat terhadap berbagai metode mitigasi dengan mempertimbangkan aspek keberhasilan, efisiensi, dan keberlanjutan.

Pemaparan hasil penelitian kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para pemangku kepentingan. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menguji kesesuaian temuan penelitian dengan kondisi di lapangan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk memberikan perspektif kelembagaan.

Baca juga:Mahasiswa Universitas Riau Lolos Pendanaan PKM-RE, Kembangkan DES Berbasis Minyak Jelantah untuk Hidrogel Selulosa


Berbagai masukan disampaikan peserta selama diskusi, khususnya mengenai potensi pengembangan praktik lokal agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya konservasi.

“Permasalahan dari penelitian ini sangat menarik sekali, hal ini bisa lebih memperkaya dengan informasi bahwa praktik lokal terutama berbasis penanaman memiliki potensi lain yang dapat berdampak pada masyarakat,” ujar Bob Kurniawan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan dalam sesi diskusi.

Menurut tim peneliti, masukan dari para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan hasil penelitian. Temuan yang sebelumnya diperoleh melalui proses riset di tingkat masyarakat kemudian ditinjau kembali dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan pengalaman lembaga-lembaga yang selama ini terlibat dalam penanganan konflik manusia-gajah.

Baca juga:Kemenhut: Kawasan TNTN Punya Legalitas dan Dokumen Lengkap


Hasil diskusi tersebut selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan draft policy brief yang disusun berdasarkan temuan penelitian. Dokumen ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara hasil riset akademik dengan kebutuhan pemerintah dalam merumuskan strategi penanganan konflik manusia-gajah.

Policy brief tersebut nantinya memuat hasil kajian sekaligus rekomendasi kebijakan yang disusun dengan mempertimbangkan praktik masyarakat, hasil penelitian, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Dengan demikian, penelitian yang dilakukan Tim PKM-RSH Universitas Riau tidak hanya berhenti pada publikasi hasil riset, tetapi diarahkan agar memiliki manfaat praktis bagi pembangunan daerah, khususnya dalam merumuskan strategi mitigasi konflik manusia-gajah yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan masyarakat setempat.

Baca juga:Tersesat di Rumah Sendiri, Potret Memilukan Gajah Sumatera di Bumi Lancang Kuning


Kepala BAPPEDA Kabupaten Pelalawan T. Muhammad Syukran menyambut baik hasil penelitian tersebut. Ia berharap kajian yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat bagi dua desa yang menjadi lokasi penelitian, tetapi juga dapat membuka peluang penerapan pada wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa.

“Penelitian ini tidak berhenti pada dua desa tentunya membuka celah terhadap penerapan dan referensi baru yang disajikan dalam bentuk policy brief yang menjadi acuan rekomendasi dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Pelalawan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya riset yang mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan. Konflik manusia??"gajah tidak hanya berkaitan dengan persoalan konservasi satwa, tetapi juga menyangkut ruang hidup, keamanan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta keberlanjutan pembangunan di wilayah yang menjadi habitat maupun lintasan gajah.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Melalui FGD konfirmatif dan penyempurnaan draft policy brief, Tim PKM-RSH Universitas Riau berharap hasil penelitian mengenai mitigasi konflik manusia??"gajah berbasis co-adaptation dan olfaktori dapat terus dikembangkan.

Pemanfaatan praktik lokal masyarakat menjadi salah satu pendekatan yang dinilai penting karena lahir dari pengalaman langsung masyarakat dalam menghadapi keberadaan gajah di sekitar ruang hidup mereka.

Penulis
: Gusniati
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)