PAMBANG PESISIR, datariau.com - Laut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Pambang Pesisir. Selain menjadi sumber pangan, laut juga menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat, khususnya para nelayan. Potensi sumber daya perikanan yang melimpah menjadi modal penting bagi perekonomian desa, namun pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Melihat pentingnya keberlanjutan sumber daya laut tersebut, mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau (UNRI) 2026 menggelar Sosialisasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan di Aula Kantor Desa Pambang Pesisir, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama nelayan, mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan hasil laut dengan kelestarian lingkungan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Gemar Makan Ikan di SDN 5 Pambang Pesisir Bengkalis
Penyuluh Perikanan Bengkalis, M. Zulkarnain, S.Pi., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan perikanan berkelanjutan bukan berarti menghentikan aktivitas masyarakat dalam menangkap ikan, melainkan memastikan sumber daya laut dapat dimanfaatkan tanpa merusak lingkungan dan mengurangi ketersediaannya pada masa depan.
Menurutnya, keberlanjutan sumber daya perikanan memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Menjaga laut berarti menjaga sumber penghidupan nelayan. Sumber daya perikanan perlu dimanfaatkan secara bijak agar kebutuhan hari ini tidak mengurangi ketersediaan sumber daya untuk masa yang akan datang,” jelas Zulkarnain.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sukses Demonstrasi Produk Hasil Perikanan Nugget dan Abon Ikan di Desa Pambang Pesisir
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai sejumlah ancaman terhadap sumber daya perikanan, seperti penangkapan ikan secara berlebihan, penggunaan alat tangkap yang merusak, hingga pencemaran lingkungan.
Masyarakat juga diajak memperhatikan cara penangkapan serta pemanfaatan hasil laut agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap ekosistem. Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan memperhatikan ukuran ikan yang ditangkap menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan kesempatan bagi ikan berkembang biak dan menjaga keberlangsungan populasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama para nelayan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan terkait persoalan yang mereka hadapi ketika melaut, mulai dari kondisi perairan hingga hasil tangkapan.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Pasang Papan Nama Dusun, Permudah Akses Informasi di Desa Pambang Pesisir
Istna Hidayati selaku penanggung jawab program kerja mengatakan, antusiasme nelayan menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung.
“Para nelayan sangat antusias mengikuti sosialisasi ini. Mereka bersemangat untuk bertanya mengenai permasalahan yang dihadapi saat menangkap ikan di laut dan tidak hanya ingin mendengar materi, tetapi juga meminta solusi yang tepat kepada narasumber,” ujarnya.
Menurut Istna, keterlibatan aktif para nelayan membuat kegiatan tidak berlangsung satu arah. Pengalaman masyarakat di lapangan dapat dipertemukan dengan pengetahuan yang disampaikan narasumber sehingga pembahasan menjadi lebih relevan dengan kondisi yang mereka alami sehari-hari.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Zulkarnain kembali menekankan pentingnya menjaga lingkungan perairan sebagai bagian dari upaya mempertahankan sumber daya perikanan.
“Sumber daya perikanan perlu dimanfaatkan secara bijak. Penggunaan alat tangkap yang sesuai, memperhatikan ukuran ikan, serta menjaga lingkungan perairan merupakan bagian penting agar kegiatan perikanan dapat terus berlangsung,” katanya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Selain membahas aktivitas penangkapan ikan, masyarakat juga diajak menjaga kebersihan kawasan pesisir dan perairan. Sampah serta pencemaran dapat mengganggu ekosistem dan kehidupan biota laut yang pada akhirnya turut memengaruhi ketersediaan sumber daya perikanan.
Karena itu, langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke laut dan menjaga kebersihan kawasan pesisir dinilai menjadi bentuk kepedulian yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman antara nelayan, narasumber, dan mahasiswa KUKERTA UNRI.