Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Mangrove di Pesisir Bengkalis, Perkuat Benteng Alami Cegah Abrasi

datariau.com
139 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Mangrove di Pesisir Bengkalis, Perkuat Benteng Alami Cegah Abrasi

BENGKALIS, datariau.com - Sebagai upaya nyata menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mengurangi dampak abrasi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan aksi penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Prapat Tunggal, Kabupaten Bengkalis, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat dan didampingi langsung oleh Kepala Dusun Tua Prapat Tunggal, Zamri, yang akrab disapa Pak Malau.

Dalam aksi penghijauan itu, mahasiswa KUKERTA UNRI bersama warga menanam sebanyak 56 bibit mangrove jenis api-api di sejumlah titik pesisir yang dinilai rawan mengalami abrasi akibat hantaman gelombang laut.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Hijaukan Desa Dusun Pusaka, Tanam Bibit Durian dan Jengkol Bernilai Ekonomis


Selain melakukan penanaman, para mahasiswa juga terlibat aktif membantu proses penyortiran sekitar 25.000 bibit mangrove jenis api-api bersama Pak Malau dan warga. Bibit-bibit tersebut dipersiapkan untuk ditanam secara bertahap di kawasan Tanjung Jati sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir dan perluasan sabuk hijau mangrove.

Kepala Dusun Tua Prapat Tunggal, Pak Malau, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KUKERTA UNRI dalam upaya pelestarian lingkungan tersebut. Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari ancaman abrasi yang selama beberapa tahun terakhir semakin mengkhawatirkan.

Ia menjelaskan bahwa wilayah Pantai Prapat Tunggal pernah mengalami abrasi ekstrem pada tahun 2023 yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada kawasan taman di sepanjang pantai.

"Penanaman mangrove ini sangat membantu dalam memulihkan dan meminimalisir dampak abrasi pantai yang lumayan parah. Sejak abrasi ekstrem melanda pada tahun 2023, sebagian besar taman di Pantai Prapat Tunggal rusak parah. Oleh karena itu, aksi penghijauan seperti ini sangat bernilai bagi desa kami," ujar Pak Malau.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Ajarkan Daur Ulang Limbah dan Budaya Menabung kepada Siswa SDN 43 Bengkalis


Menurutnya, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove menjadi salah satu langkah efektif dalam memperkuat perlindungan alami pantai. Selain mampu meredam energi gelombang, mangrove juga berfungsi menjaga kestabilan garis pantai, mencegah erosi, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI tidak hanya memberikan kontribusi dalam aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kolaborasi bersama masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Aksi gotong royong yang melibatkan mahasiswa, perangkat dusun, dan warga ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan kawasan pesisir yang lebih tangguh terhadap ancaman abrasi. Penanaman mangrove secara berkelanjutan juga diyakini dapat mengembalikan fungsi ekologis pantai sebagai benteng alami penahan gelombang sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Baca juga:Mahasiswa KKN FBN UNRI Serahkan Komposter untuk Dukung Pengelolaan Sampah Organik di Rumbai Bukit


Melalui sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, program penghijauan pesisir ini menjadi bukti bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Bengkalis.***

Penulis
: Rahma Wahyuni
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)