SMM PANEL INDO

Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Pekarangan Kantor Lurah Sungai Beringin Jadi Apotek Hidup

datariau.com
117 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Pekarangan Kantor Lurah Sungai Beringin Jadi Apotek Hidup

TEMBILAHAN, datariau.com - Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau (UNRI) menghadirkan inovasi sederhana namun sarat manfaat di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan. Melalui program pembuatan Apotek Hidup atau Tanaman Obat Keluarga (TOGA), mahasiswa memanfaatkan pekarangan Kantor Lurah Sungai Beringin sebagai ruang hijau sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan lahan secara produktif, menjaga lingkungan tetap hijau, serta mengenalkan kembali berbagai tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam kehidupan masyarakat.

Pemilihan pekarangan Kantor Lurah Sungai Beringin sebagai lokasi Apotek Hidup dilakukan agar keberadaan tanaman obat dapat mudah dilihat dan dikenali masyarakat. Selain memperindah lingkungan kantor kelurahan, area tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi terbuka bagi masyarakat untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat, cara perawatannya, hingga pemanfaatannya secara bijak.

Baca juga:Mahasiswa KKN-DR UIN Suska Riau Membuat Apotek Hidup Sebagai Upaya Pendampingan Kesehatan Masyarakat Desa Tualang


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam sejumlah tanaman obat dan herbal, di antaranya jahe, jahe merah, kencur, bunga telang, temulawak, dan lengkuas.

Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena telah dikenal luas dalam pemanfaatan tradisional masyarakat Indonesia. Kehadiran beragam tanaman itu juga membuat pekarangan kantor kelurahan menjadi lebih hijau, tertata, dan memiliki nilai edukatif.

Proses pembuatan Apotek Hidup diawali dengan persiapan dan pembersihan lahan. Mahasiswa kemudian melakukan penataan area tanam sebelum dilanjutkan dengan penanaman berbagai bibit tanaman obat.

Tidak hanya berfokus pada penanaman, mahasiswa juga menata kawasan tersebut agar terlihat rapi dan menarik. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya memanfaatkan ruang yang tersedia menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat.

Ketua Kelompok KUKERTA Berdampak Universitas Riau, Nahdi Habibullah, mengatakan pembuatan Apotek Hidup dirancang agar manfaatnya tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa KUKERTA.

"Kami memilih membuat Apotek Hidup di pekarangan Kantor Lurah agar tanaman yang ditanam dapat terus dirawat dan menjadi bagian dari lingkungan yang bisa dilihat serta dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, tanaman-tanaman ini tidak hanya menjadi penghias pekarangan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk mengenal tanaman obat yang ada di sekitar mereka," ujar Nahdi.

Baca juga:Mahasiswa KKN DR Plus UIN Suska Riau Manfaatkan Pekarangan Posyandu Sebagai Pembudidayaan Tanaman Apotek Hidup


Menurutnya, aspek keberlanjutan menjadi salah satu perhatian mahasiswa dalam menjalankan setiap program KUKERTA. Karena itu, mahasiswa berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat bersama oleh pihak kelurahan dan masyarakat.

Dengan perawatan yang berkelanjutan, Apotek Hidup tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengajak masyarakat kembali mengenal kekayaan hayati yang berada di lingkungan sekitar.

Tanaman seperti jahe, jahe merah, kencur, temulawak, dan lengkuas telah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan rumah tangga. Sementara bunga telang memberikan tambahan keanekaragaman tanaman sekaligus mempercantik kawasan pekarangan.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Lebih dari sekadar aktivitas menanam, keberadaan Apotek Hidup diharapkan menjadi ruang belajar terbuka bagi masyarakat. Area tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan nama dan karakteristik tanaman, cara perawatan, serta pemanfaatannya secara tepat.

Dengan konsep tersebut, program Apotek Hidup tidak hanya memberikan dampak dari sisi lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Penulis
: Raihanah Yuslitia
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)