Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Tingkatkan Ekonomi PKK Kampung Sabak Permai

datariau.com
91 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Tingkatkan Ekonomi PKK Kampung Sabak Permai

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 terus menghadirkan program inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kali ini, mahasiswa KUKERTA menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bagi ibu-ibu PKK di Kampung Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Sebanyak 15 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas Penghulu Kampung Sabak Permai beserta Ketua PKK, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BAPEKAM), mahasiswa KUKERTA STAI Susha Siak, serta masyarakat setempat.

Ketua KUKERTA Universitas Riau, Sandi Efendi, mengatakan program ini lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya minyak jelantah yang dibuang sembarangan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan.

Baca juga: Mahasiswa KUKERTA UNRI Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Dorong Peluang Usaha Warga Desa Lubuk Mandian Gajah


"Melalui program kerja ini, kami memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Lilin aromaterapi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menjadi alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga, tetapi juga dapat membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat," ujar Sandi Efendi.

Menurutnya, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat di rumah. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, produk yang dihasilkan juga memiliki nilai jual sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan. Mahasiswa KUKERTA juga menjelaskan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga melalui konsep recycle atau pemanfaatan kembali sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan.

Baca juga:FBN Sri Meranti Salurkan 38 Kg Minyak Jelantah ke TUKR, Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan


Setelah sesi teori, peserta diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan lilin aromaterapi. Tahapan dimulai dari penyaringan minyak jelantah agar bersih dari kotoran, pembuatan essence atau pewangi alami, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin.

Menariknya, pelatihan ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar sebagai pewangi alami, seperti jeruk nipis, sereh, dan kunyit. Penggunaan bahan lokal tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat apabila ingin memproduksi lilin aromaterapi secara mandiri.

Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta terlibat langsung dalam proses pembuatan lilin aromaterapi. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Warga Desa Pancur Jaya Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi


Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan limbah yang benar, tetapi juga mendapatkan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan.

Penulis
: Chila Prasentya
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)