Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Kader Posyandu Gunung Sari Gunakan E-Modul Resep MPASI dan PMT

datariau.com
254 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Kader Posyandu Gunung Sari Gunakan E-Modul Resep MPASI dan PMT
Foto: Ist.
Mahasiswa Kukerta Berdampak Unri Tahun 2026 menggelar pelatihan penggunaan modul elektronik (e-modul) resep makanan bergizi bagi kader Posyandu di Desa Gunung Sari, Kampar.

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 menggelar pelatihan penggunaan modul elektronik (e-modul) resep makanan bergizi bagi kader Posyandu di Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Kampar. Kegiatan yang berlangsung pada 12, 13, 14, dan 16 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemenuhan gizi bayi dan balita serta pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim mahasiswa Kukerta Berdampak yang terdiri dari 10 orang dengan pendanaan mandiri untuk menunjang pelaksanaan program kerja. Pelatihan ini melibatkan lima Posyandu di Desa Gunung Sari dengan sasaran sebanyak 27 kader.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian stunting, faktor penyebab, langkah-langkah pencegahan, serta prinsip pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Materi tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman kader mengenai pentingnya pemenuhan gizi sesuai kebutuhan bayi dan balita. Dengan pengetahuan yang memadai, kader diharapkan mampu membantu meningkatkan pemahaman orang tua tentang pemberian makanan bergizi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Selanjutnya, para kader mendapatkan pelatihan penggunaan e-modul berbasis website yang dikembangkan oleh mahasiswa. Media digital ini memuat berbagai resep MPASI dan PMT yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam memberikan edukasi gizi kepada orang tua bayi dan balita.

Website tersebut dikembangkan menggunakan Google Sites. Di dalamnya tersedia 12 resep MPASI, sembilan resep PMT untuk balita usia 6??"59 bulan, serta video tutorial pembuatan makanan.

Untuk memudahkan akses, mahasiswa menyediakan kode QR pada banner yang dapat dipindai menggunakan telepon seluler. Melalui kode tersebut, kader dapat langsung membuka website dan menelusuri berbagai resep maupun video tutorial yang tersedia.

Tidak hanya diajarkan mengakses informasi, kader juga mendapatkan pendampingan mengenai cara menambahkan resep dan video baru secara mandiri ke dalam website. Dengan demikian, e-modul tersebut berpeluang dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan edukasi gizi di masyarakat.

Resep yang disajikan dalam e-modul mengacu pada buku resep makanan lokal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penggunaan bahan pangan lokal diharapkan dapat menjadi referensi bagi kader dalam mengenalkan pilihan makanan bergizi yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, kader Posyandu diharapkan lebih mudah memperoleh informasi mengenai variasi makanan bergizi. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung komunikasi dan edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan kebutuhan gizi bayi dan balita.

Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan Kader


Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, tim mahasiswa melakukan evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi tersebut bertujuan melihat perkembangan pengetahuan kader mengenai materi gizi serta keterampilan mereka dalam mengakses dan menggunakan website e-modul.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan proporsi kader yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, para kader telah diperkenalkan dengan cara mengakses e-modul melalui kode QR, menelusuri resep dan video tutorial, serta menambahkan materi baru ke dalam website.

Meski demikian, pemanfaatan e-modul secara berkelanjutan tetap memerlukan keterlibatan aktif kader agar media tersebut dapat terus digunakan sebagai sarana edukasi gizi di lingkungan Posyandu.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap e-modul resep MPASI dan PMT dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh kader Posyandu sebagai media edukasi gizi bagi masyarakat. Kami juga berharap pemanfaatan teknologi digital ini dapat meningkatkan kemandirian kader dalam menyediakan informasi gizi, meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pemberian makanan bergizi bagi bayi dan balita, serta mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Gunung Sari,” ujar tim pelaksana Kukerta Berdampak Universitas Riau.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Riau dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi digital di bidang kesehatan. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran kader Posyandu sebagai penghubung informasi kesehatan dan gizi antara tenaga kesehatan dengan masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki bayi dan balita.

Dengan adanya e-modul resep MPASI dan PMT, kader Posyandu di Desa Gunung Sari diharapkan memiliki akses terhadap sumber informasi yang praktis dan mudah digunakan untuk mendukung edukasi gizi. Pemanfaatan media digital ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah pendukung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini serta memperkuat upaya pencegahan stunting.***

Penulis
: Nurhakim Stiawan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)