Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu PKK Bengkalis Olah Limbah Kulit Nenas Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi

datariau.com
192 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu PKK Bengkalis Olah Limbah Kulit Nenas Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi
Foto: Rumaisya
Mahasiswa Kukerta UNRI dan Ibu PKK desa Kelemantan Barat usai pelatihan tepache. (Sumber: Dokumentasi Kukerta UNRI)

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) kembali menunjukkan peran nyata perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat. Kali ini, mereka menggelar pelatihan pengolahan limbah kulit nenas menjadi tepache, minuman probiotik hasil fermentasi, sekaligus memberikan edukasi mengenai branding dan strategi pemasaran produk kepada anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Kelemantan Barat, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kelemantan Barat, Senin (29/6/2026), tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Desa Kelemantan Barat dikenal sebagai salah satu sentra produksi nenas di Kabupaten Bengkalis. Selama ini, kulit nenas yang dihasilkan dari proses pengolahan buah sebagian besar hanya menjadi limbah organik dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki peluang usaha.

Baca juga:Pelatihan Kerajinan Lidi Sawit: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Kukerta DPPM UNRI Berdayakan Warga Kuapan Kampar


Melihat potensi tersebut, kelompok Kukerta UNRI yang terdiri atas 10 mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Rina Susanti, M.Si., menghadirkan pelatihan pembuatan tepache sebagai salah satu solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah pertanian.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mulai dari pemilihan kulit nenas yang layak digunakan, proses pencucian, pencampuran bahan fermentasi, hingga teknik penyimpanan dan penyajian tepache agar aman serta siap dikonsumsi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para anggota PKK tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung mempraktikkan setiap tahapan pembuatan tepache. Dengan metode tersebut, peserta diharapkan mampu memproduksi minuman probiotik secara mandiri di rumah.

Baca juga:Tingkatkan Literasi Sejak Dini, Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Gerakan Membaca Anak Suak Lanjut


Selain memperkenalkan inovasi pengolahan pangan, mahasiswa Kukerta juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pengembangan produk agar memiliki daya saing di pasaran. Materi yang diberikan meliputi penentuan merek atau nama produk, desain kemasan yang menarik, hingga strategi promosi melalui media sosial dan berbagai platform digital.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha mikro berbasis potensi desa, sehingga tepache tidak hanya menjadi minuman konsumsi keluarga, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Ketua Kelompok Kukerta Universitas Riau di Desa Kelemantan Barat, Ananda Setiawan Siregar, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat desa.

Baca juga:Tingkatkan Minat Baca Anak Desa Pangkalan Pisang, Mahasiswa Kukerta UNRI Ciptakan Perpustakaan Mini dan Pojok Literasi


"Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi ibu-ibu PKK, tidak hanya dalam memproduksi tepache, tetapi juga dalam membangun identitas produk dan memasarkannya secara lebih luas sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat desa," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan limbah kulit nenas menjadi tepache merupakan contoh sederhana bagaimana inovasi dapat lahir dari potensi lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Dengan sentuhan kreativitas dan pendampingan yang berkelanjutan, limbah tersebut dapat berubah menjadi produk yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus peluang bisnis.

Penulis
: Rumaisya
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)