Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Pelatihan Pembuatan Bio-Briket, Dorong Pemanfaatan Limbah Biomassa Jadi Energi Alternatif

datariau.com
120 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Pelatihan Pembuatan Bio-Briket, Dorong Pemanfaatan Limbah Biomassa Jadi Energi Alternatif

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Kampung Sungai Selodang menggelar Pelatihan Pembuatan Bio-Briket pada Minggu (19/7/2026) di Kampung Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja mahasiswa yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Pelatihan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Dengan mengolah limbah biomassa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan bio-briket sebagai sumber energi alternatif yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun membuka peluang usaha.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Pelatihan Ecobrick di Desa Tanjung, Dorong Pengelolaan Sampah Plastik Berkelanjutan


Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Kukerta Universitas Riau Kampung Sungai Selodang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan limbah.

"Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah biomassa menjadi bio-briket. Selain membantu mengurangi limbah, inovasi sederhana ini juga dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan energi rumah tangga dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal," ujarnya.



Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Warga Kampung Sungai Selodang mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh perhatian, terutama saat mahasiswa memaparkan materi mengenai konsep dasar bio-briket dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Warga Desa Pancur Jaya Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi


Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa Kukerta menjelaskan pengertian bio-briket, berbagai jenis bahan baku yang dapat dimanfaatkan dari limbah biomassa, manfaat penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif, hingga tahapan proses pembuatannya. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik sebagai salah satu upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan bio-briket. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan proses, mulai dari persiapan bahan baku, pencampuran dengan perekat, proses pencetakan, hingga teknik pengeringan agar menghasilkan bio-briket yang memiliki kualitas baik dan siap digunakan.

Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan bio-briket. Pendekatan praktik tersebut membuat masyarakat lebih mudah memahami proses produksi sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam mengolah limbah biomassa menjadi produk yang bermanfaat.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Pembuatan Tepache dari Kulit Nanas, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Pemanfaatan Limbah Organik


Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Masyarakat aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, daya tahan bio-briket, hingga cara penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif. Diskusi yang terjalin menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi sederhana yang dapat diterapkan menggunakan sumber daya lokal.

Mahasiswa Kukerta juga menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah biomassa menjadi bio-briket memiliki berbagai manfaat, di antaranya mengurangi volume limbah organik, menekan pencemaran lingkungan, serta menghadirkan alternatif energi yang lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar konvensional. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, bio-briket juga berpotensi menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat Kampung Sungai Selodang semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah berbasis potensi lokal. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara mandiri sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kemandirian energi masyarakat.

Program pelatihan bio-briket ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan energi terbarukan, pengurangan limbah, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa Kukerta Universitas Riau dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan.***

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Pasang 30 Reflektor Jalan di Desa Pulau Padang, Tingkatkan Keselamatan Pengendara Malam Hari
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)