Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Latih Petani Indragiri Hulu Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

datariau.com
58 view
Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Latih Petani Indragiri Hulu Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Membangun Kampung 2026 menggelar pelatihan pembuatan dan pengaplikasian pestisida nabati bagi petani di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, Senin (6/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan perkebunan semangka milik salah seorang warga tersebut dihadiri perwakilan kelompok tani serta Ketua Pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit, Yoga. Pelatihan ini menjadi salah satu program pengabdian mahasiswa untuk mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa.

Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan petani mengenai pestisida nabati, melatih petani agar mampu membuat pestisida secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tanah, tanaman, dan konsumen dari residu bahan kimia.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak Unri Bersama Warga Desa Ketam Putih Tanam Mangrove untuk Cegah Abrasi


Ketua Pemuda Desa Perkebunan Sungai Parit, Yoga, membuka kegiatan dengan menyampaikan tujuan pelaksanaan pelatihan sekaligus memperkenalkan berbagai program kerja mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.

Setelah pembukaan, para petani berkumpul di lokasi pelatihan untuk mengikuti pemaparan materi sekaligus praktik langsung. Dua mahasiswa KUKERTA dari Jurusan Agroteknologi, Uci Ramadani dan Mutiara Andini, menjelaskan tahapan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya.

Uci Ramadani menjelaskan bahwa pemilihan daun pepaya didasarkan pada ketersediaannya yang melimpah di Desa Perkebunan Sungai Parit sehingga mudah dimanfaatkan masyarakat.

"Yang ada di desa ini, yang paling banyak itu daun pepaya. Di sini kami hanya menggunakan daun pepaya, karena bahan nabati lain sebenarnya ada juga, tapi susah didapatkan. Ada yang dari daun sirsak, daun sirih hutan, itu bisa juga dibuat seperti daun pepaya," jelas Uci.

Baca juga: Kukerta Berdampak Universitas Riau Edukasi Pembuatan Sirup Mangrove, Dorong Inovasi Produk Lokal Ramah Lingkungan di Desa Makeruh


Dalam pelatihan tersebut dijelaskan bahwa daun pepaya terlebih dahulu dikeringkan selama sekitar satu minggu sebelum dihaluskan menggunakan mesin pencacah (chopper). Setelah menjadi serbuk halus, daun pepaya dicampurkan dengan air steril, kemudian diperas hingga menghasilkan larutan tanpa ampas.

Larutan tersebut selanjutnya dicampur dengan sedikit sabun cuci piring yang berfungsi sebagai perekat agar cairan pestisida dapat menempel lebih baik pada permukaan tanaman. Setelah didiamkan selama kurang lebih 30 menit, larutan siap digunakan.

Tak hanya memberikan teori, mahasiswa KUKERTA juga mengajak para petani mempraktikkan secara langsung cara pengaplikasian pestisida nabati melalui penyemprotan pada tanaman semangka milik warga. Praktik lapangan ini dilakukan agar petani dapat memahami teknik penggunaan yang benar sekaligus melihat penerapannya secara nyata.

Penulis
: Imelda Triani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)