Mahasiswa KKN Berdampak UNRI Edukasi Petani Sungai Manau Manfaatkan Daun Pepaya sebagai Pestisida Organik

datariau.com
197 view
Mahasiswa KKN Berdampak UNRI Edukasi Petani Sungai Manau Manfaatkan Daun Pepaya sebagai Pestisida Organik

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar sosialisasi bertajuk "Pemanfaatan Daun Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Pestisida Organik" di Desa Sungai Manau, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar masyarakat.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons atas tingginya ketergantungan petani terhadap pestisida kimia dalam budidaya berbagai komoditas pertanian, seperti jagung, kacang tanah, bayam, kangkung, hingga tanaman padi. Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus dinilai berpotensi menurunkan kualitas tanah, mengganggu keseimbangan ekosistem, serta meninggalkan residu yang dapat berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN Berdampak UNRI memperkenalkan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya sebagai alternatif yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan. Kegiatan menyasar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sungai Manau yang terdiri atas empat kelompok tani, yakni Rima Indag, Daung Lestari, Tunas Muda, dan Bina Mandiri. Sebanyak 12 perwakilan anggota Gapoktan mengikuti kegiatan dengan antusias.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 004 Sungai Manau, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak Sejak Dini


Acara dimulai pukul 15.00 WIB dan dipandu oleh Zidni Rahma Fadhillah selaku pembawa acara. Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Kelompok KKN UNRI Desa Sungai Manau, Naufal Dwi Pratama, yang menyampaikan pentingnya pemanfaatan potensi lokal dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Kepala Desa Sungai Manau, Hamdan, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani. Ia berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara nyata sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Memasuki sesi utama, materi dipaparkan oleh dua mahasiswi Jurusan Agroteknologi UNRI, Nada Hafiza dan Zahara Muslimah. Keduanya menjelaskan bahwa daun pepaya mengandung berbagai senyawa aktif seperti papain, alkaloid, flavonoid, dan saponin yang memiliki kemampuan sebagai pestisida alami.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Pasang Reflektor Jalan di Desa Buluh Rampai, Tingkatkan Keselamatan Pengendara


Menurut mereka, kandungan tersebut efektif mengusir serangga pengganggu, menghambat nafsu makan hama, mengganggu pertumbuhan ulat, hingga menekan serangan kutu pada tanaman. Selain efektif, pestisida nabati juga lebih mudah terurai di alam sehingga tidak mencemari lingkungan.

Tim pemateri turut menjelaskan tahapan pembuatan pestisida organik dari daun pepaya yang relatif sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh petani. Langkah pertama adalah mencuci daun pepaya segar kemudian mengeringanginkannya di tempat teduh agar kandungan zat aktif tetap terjaga.

Setelah kering, daun dihaluskan menggunakan blender atau ditumbuk hingga menjadi bubuk halus. Bubuk tersebut kemudian diekstrak menggunakan air bersih dan ditambahkan sedikit sabun cair sebagai perekat alami sebelum disaring menggunakan kain halus dan dimasukkan ke dalam botol semprot.

Baca juga:Mahasiswa FBN UNRI Kenalkan Canva kepada Anak-anak Kelurahan Palas, Tingkatkan Kreativitas dan Literasi Digital


Untuk memperoleh hasil yang optimal, penyemprotan dianjurkan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau pada sore hari agar zat aktif tidak cepat menguap akibat paparan sinar matahari yang terik.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa bahan baku pestisida ini sangat mudah diperoleh karena memanfaatkan daun pepaya yang tersedia melimpah di lingkungan sekitar. Dengan demikian, petani tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan baku maupun pestisida kimia.

Kegiatan semakin menarik saat memasuki sesi praktik. Dua orang perwakilan Gapoktan secara langsung mempraktikkan proses pembuatan larutan pestisida organik dengan pendampingan mahasiswa KKN. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan dan berdiskusi mengenai cara penerapan di lahan pertanian mereka.

Baca juga:Pengabdian KUKERTA Berdampak UNRI Dukung Program Biopori di 3 Titik Lokasi Kelurahan Bukit Datuk


Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para petani mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pembuatan, efektivitas terhadap berbagai jenis hama, hingga cara penyimpanan larutan pestisida agar tetap dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, mahasiswa KKN Berdampak UNRI memberikan hadiah kepada petani yang aktif bertanya dan berdiskusi selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut semakin meningkatkan semangat peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Penulis
: Dzakia Fadhila & Nada Hafiza
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)