PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui edukasi serta praktik pemasaran digital di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan dilakukan dengan metode door to door melalui kunjungan langsung ke enam pelaku UMKM. Pendampingan disesuaikan dengan jadwal operasional masing-masing pelaku usaha sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka. Pendekatan tersebut dipilih agar mahasiswa dapat memberikan edukasi dan praktik secara langsung sesuai kebutuhan setiap UMKM.
Program ini melibatkan sebelas mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau, yakni Zulkifli Zulkarnain, Tengku Mirza Ramadhan Zulfan, Cintami Manurung, Trixi Amanda Putri, Naisa Raihana, Shafa Annisa, Muhammad Rizqon, Rika Ruddaini, Widia Casandra Nasution, Livhia Putri Hardiyanti, dan Indra Permana Wijaya Harahap. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Nursiani Lubis, S.P., M.Agr.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Digitalisasi 11 UMKM Kerupuk Sagu di Kuansing, Bantu Buat Logo hingga Daftarkan ke Google Maps
Ketua Kelompok KUKERTA Berdampak Universitas Riau, Zulkifli Zulkarnain, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital guna mengembangkan usaha mereka.
"Melalui kegiatan ini kami tidak hanya memberikan edukasi mengenai pemasaran digital, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM mempraktikkannya secara langsung. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat membantu mereka memperluas pasar, meningkatkan penjualan, dan memanfaatkan platform digital sebagai media promosi yang efektif," ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pemasaran digital bagi UMKM. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai strategi promosi melalui media digital, pentingnya membangun identitas usaha secara daring, serta peluang yang dapat diperoleh apabila pelaku usaha mulai memanfaatkan platform digital secara optimal.
Baca juga:Mahasiswa KKN MAs 54 Bantu UMKM Kelurahan Sungai Apit Terdaftar di Google Maps
Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa mendampingi para pelaku UMKM mempraktikkan promosi menggunakan Facebook Marketplace dan WhatsApp Broadcast sebagai media promosi gratis. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan Meta Ads sebagai sarana promosi berbayar, mulai dari menentukan target konsumen, menyusun materi iklan, hingga mengatur anggaran promosi sesuai kebutuhan usaha.
Tidak hanya fokus pada pemasaran, mahasiswa juga membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha mereka ke Google Maps. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha sehingga lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan melalui pencarian Google maupun Google Maps. Kehadiran lokasi usaha secara digital juga dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas peluang pemasaran.
Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi pemasaran digital, penggunaan Facebook Marketplace, WhatsApp Broadcast, Meta Ads, hingga proses pendaftaran usaha ke Google Maps. Pendampingan secara langsung membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan karena praktik dilakukan menggunakan akun dan usaha masing-masing.
Baca juga:Lancar Saat Mudik! Begini Cara Menggunakan Google Maps Offline di Lebaran 2025
Salah seorang peserta, Purnama Situmorang, pemilik UMKM Ulos Songket Batak, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usahanya.
"Oh, ternyata begini ya, Dek, caranya. Ibu baru tahu. Besok ibu mulai coba-coba upload produk kerajinan ulos songket. Terima kasih ya, Dek. Ilmunya bermanfaat sekali buat ibu," ungkapnya.
Program ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Melalui edukasi, praktik pemasaran digital, serta pendampingan pendaftaran usaha ke Google Maps, para pelaku UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas usaha, dan mendorong peningkatan penjualan.
Baca juga:
Mahasiswa KKN MBKM UNRI Bantu Pembuatan Titik Google Maps UMKM Jamu Ragil Ayu Desa Bandar Sungai
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau dalam mendukung transformasi digital UMKM sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Kabupaten Pelalawan.***