Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Penyuluhan Pencegahan Stunting dari Potensi Hasil Perikanan di Desa Meskom Bengkalis

datariau.com
1.797 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Penyuluhan Pencegahan Stunting dari Potensi Hasil Perikanan di Desa Meskom Bengkalis

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan sukses menggelar acara Penyuluhan Pencegahan Penyakit Stunting dari Potensi Hasil Perikanan berupa Abon Ikan dan Sosialisasi Inovasi Kemasan Guna Memperpanjang Daya Simpan dan Peningkatan Daya Tarik Konsumen, yang diselenggarakan di Balai Pelatihan Desa Meskom, Sabtu (27/7/2024).

Acara dihadiri Pj Kepala Desa Meskom, Sekdes, BPD serta ibu-ibu Tim Penggerak PKK dan Ketua RT/RW Desa Meskom serta perangkat desa. Acara ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting di Desa Meskom Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat mengonsumsi ikan serta mendorong kewirausahaan dan ekonomi kreatif di desa tersebut.

Ketua Kelompok Kukerta Shidik Dai Bastian Manalu kepada datariau.com melalui rilis, Senin (29/7/2024) mengatakan, acara dimulai dengan penuh semangat. Latifa Merisa Alima sebagai MC membuka acara dengan kata pengantar yang disusul oleh doa pembuka dari Devindra Gufron. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan dengan khidmat, menguatkan semangat nasionalisme para peserta.

Kata sambutan disampaikan Shidik Dai Bastian Manalu, kemudian Zahari sebagai Sekdes Meskom dan Pj Kades Hendra, menggugah semangat peserta untuk aktif dalam kegiatan ini. Mereka menekankan akan pentingnya pemanfaatan potensi perikanan lokal untuk mengurangi angka stunting di Desa Meskom dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemasan yang berinovasi.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi pada anak-anak di bawah 5 tahun dan memiliki dampak terhadap pertumbuhan fisik mereka. Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Stunting merupakan masalah kesehatan yang sudah ada sejak lama. Kondisi ini disebabkan oleh gizi buruk, terserang infeksi berkali-kali, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Namun, penyebab stunting yang paling banyak adalah karena kekurangan gizi.

Gejala stunting paling umum yang terlihat pada anak adalah tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak sebaya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah malnutrisi pada ibu hamil dan kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis. Perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu mengalami stunting. Namun anak yang mengidap kondisi ini pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat.

Kondisi stunting di Kabupaten Bengkalis menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Pada tahun 2022, angka stunting tercatat sebesar 8,4%. Namun, terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2023, dimana angka stunting melonjak menjadi 17,9%.

Kenaikan lebih dari dua kali lipat ini mengindikasikan adanya urgensi untuk mengambil tindakan cepat dan efektif dalam menangani masalah stunting di wilayah ini. Ternyata, tidak semua tempat makan plastik aman untuk menyimpan makanan. Agar tidak salah pilih, perhatikan beberapa hal saat membeli wadah penyimpanan makanan berbahan plastik.

Terdapat tanda food grade, yaitu simbol gelas dan garpu, artinya bisa dipakai untuk memproduksi alat makan. Memiliki tanda food safe, yaitu simbol centang. Artinya, makanan dan minuman yang diletakkan ke dalam wadah aman dan tidak akan terkontaminasi bahan-bahan kimia.

Naurah Aathirah salah satu anggota kelompok memaparkan, melalui pengolahan abon ikan akan mengurangi angka stunting di Desa Meskom secara mendalam. Serta dilanjutkan dengan penyampaian oleh Shidik Dai Bastian Manalu yang memaparkan materi tentang kemasan inovasi terhadap produk pengolahan hasil perikanan. Penyuluhan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga mengajak peserta untuk bertanya dan berdiskusi, menciptakan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme.

Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan anak kekurangan nutrisi adalah ibu mengalami malnutrisi atau terserang infeksi selama hamil, anak tidak mendapatkan ASI eksklusif, kualitas gizi MPASI yang kurang, anak menderita penyakit yang menghalangi penyerapan nutrisi, seperti alergi susu sapi atau sindrom malabsorbsi, anak menderita infeksi kronis, seperti tuberkulosis atau cacingan Anak memiliki penyakit bawaan, seperti penyakit jantung bawaan atau thalasemia.

Pencegahan stunting adalah dengan menghindari faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Upaya yang bisa dilakukan antara lain memenuhi asupan gizi yang cukup sebelum merencanakan kehamilan dan selama kehamilan, mencukupi asupan gizi, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak pembuahan sel telur hingga anak berusia 2 tahun, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, membaca buku KIA agar mengetahui panduan menyiapkan asupan makanan yang tepat untuk anak, melakukan pemeriksaan rutin ke posyandu untuk memantau tahapan tumbuh kembang anak, memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Bagian yang paling dinantikan adalah demonstrasi pembuatan produk olahan hasil perikanan berupa abon ikan tongkol yang dipimpin oleh Naurah Aathirah. Ia memperkenalkan ikan tongkol sangat baik untuk diolah menjadi abon sebagai penurunan angka stunting di Desa Meskom serta abon juga sebuah produk inovatif yang menggabungkan cita rasa lokal dengan konsep modern.

Peserta penyuluhan antusias mengikuti langkah demi langkah pembuatan Abon Ikan Tongkol dan beberapa dari mereka bahkan berpartisipasi aktif dalam prosesnya. Keaktifan peserta dalam bertanya dan berpartisipasi menunjukkan antusiasme yang tinggi.

"Acara ini sangat bermanfaat untuk masyarakat desa dalam menyadari manfaat mengonsumsi ikan dan salah satu langkah awal untuk penurunan angka dari penyakit stunting pada desa tersebut serta meningkatkan motivasi dalam memanfaatkan potensi desa semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui produk olahan perikanan dengan mengunakan kemasan yang menarik sebaik mungkin pada Desa Meskom," ujar Pj Kepala Desa Meskom Hendra.

Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan serta memanfaatkan potensi perikanan lokal. Manfaat yang diharapkan dari acara ini adalah terciptanya produk-produk inovatif yang dapat menurunkan angka stunting dan olahan-olahan yang inovasi dari bahan lokal berupa ikan serta menuju ekonomi yang kreatif di Desa Meskom.

Rencana tindak lanjut yang disiapkan oleh mahasiswa Kukerta termasuk edukasi mengenai kemasan dan pelabelan produk serta pendampingan pemasaran produk UMKM secara digital. Dukungan penuh dari pemerintah desa yang menyediakan sarana prasarana juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan acara ini. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)