BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar program Mangrove Youth Camp bersama siswa dan siswi SD Negeri 53 Bengkalis di Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis. Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Juli 2026 tersebut menjadi wadah edukasi lingkungan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan hutan mangrove.
Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti, S.Sos., M.Si.
Mangrove Youth Camp dirancang sebagai program pembelajaran interaktif yang mengombinasikan materi edukatif dengan kegiatan praktik di lapangan. Melalui pendekatan tersebut, para peserta diajak mengenal lebih dekat lingkungan pesisir yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Baca juga:Berdaya Lewat Mangrove: The Lead Institute Paramadina Latih Perempuan Pulau Tidung Ciptakan Produk dan Ekoturisme Pesisir
Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari pengenalan kawasan pesisir, pengenalan ekosistem mangrove, pembuatan herbarium mangrove, praktik ecoprint, pelatihan pembuatan poster digital dan manual, hingga berbagai permainan edukatif yang mengangkat tema pelestarian lingkungan.

Ketua pelaksana kegiatan dari Mahasiswa Kukerta Universitas Riau menjelaskan bahwa program ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, meskipun sebagian besar peserta tinggal di wilayah pesisir, pemahaman mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove masih perlu diperkuat melalui kegiatan yang menarik dan mudah dipahami.
"Hutan mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pantai dari abrasi, habitat berbagai jenis biota laut, serta penunjang keseimbangan ekosistem pesisir. Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga mangrove berarti menjaga lingkungan dan masa depan mereka sendiri," jelasnya.
Baca juga:MAPALA Laksamana Polbeng Gelar Seminar dan Pelatihan Mangrove di Teluk Pambang
Beragam kegiatan praktik yang disiapkan juga bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Pembuatan herbarium mangrove memperkenalkan siswa pada berbagai jenis tumbuhan mangrove, sedangkan ecoprint mengajarkan pemanfaatan bentuk dan warna alami daun sebagai media seni yang ramah lingkungan.
Sementara itu, pelatihan pembuatan poster digital dan manual menjadi sarana bagi peserta untuk menuangkan ide dan kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan pelestarian lingkungan. Melalui karya tersebut, siswa diajak menjadi agen perubahan yang mampu mengampanyekan pentingnya menjaga ekosistem pesisir kepada teman, keluarga, maupun masyarakat sekitar.
Selain memperoleh pengetahuan baru, para peserta juga dilatih untuk bekerja sama, berdiskusi, dan berpikir kreatif melalui berbagai permainan edukatif yang disisipkan selama kegiatan berlangsung. Suasana belajar yang interaktif membuat materi lingkungan lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan antusiasme siswa.
Baca juga:
Kukerta Berdampak Universitas Riau Edukasi Pembuatan Sirup Mangrove,
Dorong Inovasi Produk Lokal Ramah Lingkungan di Desa Makeruh
Kepala SD Negeri 53 Bengkalis, Leni Marlina, S.Pd.SD., M.M., mengapresiasi pelaksanaan program Mangrove Youth Camp yang dinilai memberikan manfaat besar bagi para siswa.
"Program Mangrove Youth Camp ini sangat berguna bagi para murid agar mereka lebih aktif, memahami, dan mampu memanfaatkan ekosistem di sekitarnya dengan baik. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga kesadaran lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini," ujarnya.
Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam memberikan edukasi lingkungan menjadi pengalaman baru yang mampu menambah wawasan siswa di luar materi pembelajaran di sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.