BENGKALIS, datariau.com ??" Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis sukses menggelar kegiatan “Seminar dan Pelatihan Mangrove” Tahun 2026 di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (16??"17/5/2026), ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan pesisir, khususnya ekosistem mangrove di Kabupaten Bengkalis.
Acara seminar dan diskusi turut dihadiri Kepala Desa Teluk Pambang, pihak Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), serta Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, Ramanda Bayu Saputra.
Ketua Pelaksana kegiatan, Aririn Permadani, mengatakan bahwa agenda tersebut dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi para peserta.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar menjadi wadah yang produktif bagi seluruh audiens. Materi yang disampaikan para narasumber diharapkan dapat diterapkan secara nyata, sehingga pemahaman yang diperoleh tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga berlanjut ke praktik di lapangan,” ujarnya.
Dalam seminar tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami pencegah abrasi sekaligus penjaga biodiversitas pesisir. Materi pelatihan juga membahas regulasi dan strategi pemanfaatan kawasan hutan desa secara berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa merusak lingkungan.
Narasumber pertama, Muhammad Nasir, menekankan pentingnya kontribusi nyata peserta dalam menjaga lingkungan.
“Saya berharap mereka yang hadir di sini tidak hanya sekadar mengopi atau bersantai, tetapi benar-benar mampu membangun kolaborasi yang solid. Kegiatan ini harus mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, narasumber lainnya, Samsul Bahri, menyampaikan optimisme terhadap dampak ekonomi dan keberlanjutan dari aksi konservasi mangrove tersebut.
“Apa yang kita mulai hari ini mudah-mudahan dapat membawa manfaat dan memberikan dampak positif bagi generasi selanjutnya,” katanya.
Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MAPALA Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis dan LPHD Teluk Pambang dengan nomor dokumen 001/SPK/MLPNB/V/2026.
Ketua Umum MAPALA Laksamana, Ahmad Fauzi, bersama Ketua LPHD Teluk Pambang, Indra Sukmawan, resmi menjalin kerja sama strategis dalam bidang konservasi lingkungan, rehabilitasi mangrove, edukasi masyarakat, pengembangan ekowisata, hingga penelitian dan publikasi kegiatan lingkungan.
Pada hari kedua, Minggu (17/5/2026), seluruh peserta langsung turun ke lapangan untuk mengikuti pelatihan teknis pembibitan, penanaman, dan perawatan mangrove di kawasan pesisir Desa Teluk Pambang.
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, Ramanda Bayu Saputra, mengapresiasi inisiatif MAPALA Laksamana dalam menggerakkan aksi pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi.
Ia berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan LPHD dapat terus berjalan secara konsisten demi menjaga keberlanjutan program penghijauan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Bengkalis.**