DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Fakultas Keperawatan Universitas Riau (UNRI) menggelar penyuluhan dan praktik cuci tangan enam langkah bersama siswa SDN 006 Desa Sialang Kubang, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti 180 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Program ini bertujuan menanamkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar sejak usia sekolah sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit.
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan. Pasalnya, tangan setiap hari bersentuhan dengan berbagai benda dan permukaan yang berpotensi menjadi perantara perpindahan mikroorganisme penyebab penyakit.
Anak-anak usia sekolah memiliki aktivitas yang tinggi, mulai dari belajar, bermain, menggunakan fasilitas bersama hingga makan di lingkungan sekolah. Jika kebersihan tangan tidak terjaga, mikroorganisme dapat berpindah dari tangan ke mulut, hidung, mata, makanan, bahkan kepada orang lain.
Oleh karena itu, pengenalan teknik mencuci tangan yang benar perlu dilakukan sejak dini agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta terlebih dahulu memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan serta memperagakan enam langkah mencuci tangan yang benar.
Materi yang disampaikan mengacu pada prinsip kebersihan tangan dalam panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan memperhatikan seluruh permukaan tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, hingga ujung jari dan kuku.
Setelah mendapatkan penjelasan dan peragaan, para siswa diajak mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan secara bersama-sama dengan bimbingan mahasiswa.
Siswa kemudian diberi kesempatan mencoba sendiri setiap gerakan sesuai urutan yang telah diajarkan. Melalui praktik langsung tersebut, mahasiswa membantu peserta memahami teknik mencuci tangan sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan diri secara mandiri.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan kuis dan sesi tanya jawab. Para siswa terlihat antusias menjawab pertanyaan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sejak awal hingga akhir.
Salah seorang siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
"Kegiatannya asyik, Kak. Kami senang dengan kegiatan cuci tangan bersama kakak-kakak KKN," ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Nurmala Anggraini, mengatakan penyuluhan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga mendorong mereka menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar secara berkelanjutan.
"Kami ingin adik-adik terbiasa mencuci tangan dengan benar, bukan hanya saat ada kegiatan ini. Kebiasaan sederhana ini penting untuk mencegah penyakit, dan kami senang melihat siswa begitu antusias," ujar Nurmala.