ROKAN HILIR, datariau.com - Tokoh muda sekaligus pegiat seni tradisi lisan asal Kabupaten Rokan Hilir, Muhammad Sarbaini yang akrab disapa Rahmat Pantun, resmi didapuk sebagai delegasi Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2026.
Forum ekonomi kreatif berskala nasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, pada 24-25 Oktober 2026. Kehadiran Rahmat Pantun diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memperjuangkan keberlanjutan seni tradisi lisan Melayu di tengah perkembangan industri kreatif modern.

Dalam agenda tersebut, Rahmat Pantun membawa misi memperkenalkan, melestarikan, dan menyuarakan potensi seni tradisi lisan Melayu kepada para pemangku kepentingan di tingkat nasional. Forum ini juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.
Sejumlah unsur yang disebut akan menjadi bagian dari forum tersebut di antaranya Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, perwakilan Utusan Khusus Presiden (UKP), serta tokoh-tokoh kreatif dari 38 provinsi di Indonesia.
Saat dikonfirmasi, Rahmat Pantun mengungkapkan rasa bangga sekaligus kesiapannya untuk membawa nama Kabupaten Rokan Hilir ke panggung nasional. Ia berharap keikutsertaannya dapat membuka peluang lebih luas bagi seni tradisi lisan Melayu untuk dikenal, dikembangkan, dan berkolaborasi dengan berbagai sektor industri kreatif.
Semangat tersebut disampaikannya melalui sebait pantun yang menjadi ciri khasnya. “Menghias taman bunga jelita, indah berseri pohon jati. Membawa pantun ke Jakarta, Rahmat Pantun percaya diri,” ujarnya.
Ia menegaskan, Rakornas ICCN 2026 bukan sekadar agenda pertemuan nasional, melainkan juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa tradisi lisan yang tumbuh dan berkembang di Rokan Hilir memiliki potensi untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.
“InsyaAllah, momentum Rakornas ICCN 2026 ini akan kita jadikan panggung pembuktian bahwa seni tradisi lisan dari Bumi Seribu Kubah mampu bersaing dan berkolaborasi di level industri kreatif modern,” ungkapnya.
Keberangkatan Rahmat Pantun juga mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat serta komunitas adat di Riau. Partisipasi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperluas pengenalan budaya Melayu Rokan Hilir sekaligus memperkuat posisi seni tradisi lisan dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Pengalaman dari perhelatan Festival Pantun Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun lalu turut menjadi bahan evaluasi bagi persiapan delegasi kali ini. Dengan persiapan yang disebut lebih matang, Rahmat Pantun berharap partisipasinya di Rakornas ICCN 2026 dapat menghasilkan peluang kolaborasi yang lebih konkret antara komunitas kreatif daerah dan pemangku kebijakan di tingkat pusat.
Salah satu isu yang ingin didorong melalui forum tersebut adalah digitalisasi sastra lisan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan memperluas jangkauan pantun Melayu kepada generasi muda maupun masyarakat di berbagai daerah.