Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Uji Pemanfaatan Sesai sebagai Media Tanam TOGA di Bengkalis

datariau.com
73 view
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Uji Pemanfaatan Sesai sebagai Media Tanam TOGA di Bengkalis

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) melaksanakan inovasi pemanfaatan sesai sebagai media tanam alternatif untuk tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Prapat Tunggal, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang selama ini belum banyak dimanfaatkan sebagai media tanam.

Program tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar sekaligus memperkenalkan alternatif media tanam yang mudah diperoleh masyarakat. Melalui percobaan ini, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI ingin membuktikan bahwa sesai memiliki potensi sebagai media tanam yang ramah lingkungan untuk mendukung budidaya tanaman obat keluarga.

Informasi mengenai pemanfaatan sesai diperoleh mahasiswa dari Kepala Dusun Tua Desa Prapat Tunggal, Zamri, yang akrab disapa Pak Malau. Ia menjelaskan bahwa sesai dapat dimanfaatkan sebagai media tanam setelah melalui proses penyiraman secara rutin selama kurang lebih satu minggu guna mengurangi kadar garam yang terkandung di dalamnya.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Hidupkan Kembali TOGA dan Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Rambahan


"Sesai ni bisa dijadikan media tanam setelah seminggu berturut-turut disiram air, untuk menghilangkan kadar garamnya," ujar Pak Malau.

Menurutnya, pemanfaatan sesai bukanlah hal yang benar-benar baru. Sebelumnya, ia telah melakukan percobaan sederhana menggunakan sesai sebagai media tanam untuk tanaman jangka pendek, salah satunya kangkung. Hasil percobaan tersebut menunjukkan pertumbuhan tanaman yang cukup baik sehingga mendorong mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI untuk mengembangkan pengujian pada jenis tanaman lainnya.

Berdasarkan informasi tersebut, mahasiswa memilih dua jenis tanaman obat keluarga, yakni cocor bebek dan kumis kucing. Kedua tanaman tersebut dipilih karena dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan sekaligus relatif mudah dibudidayakan oleh masyarakat.

Sebelum digunakan sebagai media tanam, sesai terlebih dahulu disiram air setiap hari selama sekitar satu minggu. Proses tersebut dilakukan untuk mengurangi kadar garam sehingga media tanam menjadi lebih layak digunakan bagi pertumbuhan tanaman.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Unri Desa Teluk Rhu Gelar Sosialisasi DBD dan Olah TOGA Jadi Spray Anti Nyamuk


Setelah proses persiapan selesai, mahasiswa mulai melakukan penanaman bibit cocor bebek dan kumis kucing menggunakan sesai sebagai media tanam utama. Selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap perkembangan kedua tanaman tersebut selama masa percobaan.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman cocor bebek maupun kumis kucing mampu tumbuh dengan baik menggunakan media tanam sesai. Kedua tanaman terlihat hidup subur dan menunjukkan perkembangan yang positif selama proses pemantauan.

Temuan tersebut menjadi indikasi bahwa sesai memiliki potensi sebagai media tanam alternatif, khususnya untuk budidaya tanaman obat keluarga. Pemanfaatannya dinilai dapat menjadi solusi sederhana bagi masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada media tanam konvensional.

Baca juga: Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Selain memperkenalkan inovasi pemanfaatan sumber daya lokal, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tanaman obat keluarga. TOGA tidak hanya bermanfaat sebagai penghijauan pekarangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman herbal untuk mendukung kesehatan keluarga.

Mahasiswa berharap hasil percobaan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Desa Prapat Tunggal maupun daerah lainnya untuk memanfaatkan sesai sebagai media tanam alternatif yang murah, mudah diperoleh, dan bernilai guna. Inovasi sederhana tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan pekarangan produktif sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Melalui program Kukerta Berdampak UNRI, mahasiswa terus mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis potensi desa yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan sesai sebagai media tanam TOGA menjadi salah satu contoh bagaimana pengetahuan lokal dapat dipadukan dengan kegiatan pengabdian mahasiswa untuk menghasilkan solusi sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta kesehatan keluarga.***

Penulis
: Ade Lia Ramadani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)