PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 membangun Taman Eco Village di Desa Lubuk Terap, Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, sebagai program kerja unggulan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pemanfaatan tanaman herbal, ketahanan pangan, serta pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. T. Romi Marnelly, S.Sos., M.Si., dengan tujuan menciptakan ruang hijau edukatif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa.
Pembangunan Taman Eco Village diawali dengan kegiatan gotong royong membersihkan lahan bersama masyarakat Desa Lubuk Terap. Setelah itu, mahasiswa KUKERTA melanjutkan pembangunan pagar taman, melakukan pengecatan, menata area penanaman, hingga melengkapi kawasan dengan fasilitas biopori dan eco brick sebagai media edukasi mengenai pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan.
Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Tanam dan Beri Label TOGA di RW 15 Mentangor, Dorong Budaya Hidup Sehat
Konsep taman yang diusung tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), ketahanan pangan rumah tangga, serta pengelolaan limbah berbasis lingkungan.

Berbagai jenis tanaman herbal ditanam di kawasan tersebut, di antaranya temulawak, daun jarak, kunyit, lengkuas, serai, daun paracetamol, kelor, jahe merah, ketumbar, dan sejumlah tanaman obat keluarga lainnya. Selain tanaman herbal, mahasiswa juga membudidayakan tanaman sayuran seperti bayam, kangkung, dan sawi, serta berbagai tanaman hias yang mempercantik kawasan taman.
Keberadaan taman ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam mengenal manfaat tanaman herbal sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun meningkatkan pendapatan masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Belajar Pemberdayaan UMKM Bunga Telang, Dorong Pemanfaatan Pekarangan Bernilai Ekonomi
Tidak berhenti pada pembangunan taman, mahasiswa KUKERTA juga mengembangkan inovasi berupa produk minuman kesehatan berbahan dasar rempah yang diberi nama "Rona Rempah". Produk tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai tambah dari potensi tanaman herbal yang tersedia di desa.
Rona Rempah dibuat dari perpaduan air, jahe, serai, kapulaga, cengkeh, kulit secang, bunga lawang, gula, dan garam. Kombinasi rempah-rempah tersebut menghasilkan minuman dengan cita rasa khas sekaligus memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Selain membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menghangatkan badan, minuman herbal ini juga dipercaya memiliki kandungan antioksidan alami yang membantu mencegah peradangan, menjaga kesehatan sistem pencernaan, serta membantu meredakan pegal-pegal. Ke depan, produk tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan Desa Lubuk Terap yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Desa Lubuk Terap, Darusman, mengapresiasi program yang digagas mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau tersebut. Menurutnya, pembangunan Taman Eco Village menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memaksimalkan potensi tanaman herbal yang dimiliki desa.
"Kami sangat mengapresiasi program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Taman Eco Village ini tidak hanya memperindah lingkungan desa, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar. Kami berharap taman ini dapat terus dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Lubuk Terap, Yudi Oktarizal, S.H. Menurutnya, program tersebut menghadirkan manfaat yang tidak hanya bersifat estetika, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan ekonomi bagi masyarakat.
"Program ini sangat baik karena tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga mengajarkan masyarakat cara memanfaatkan tanaman herbal dan mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kami berharap taman ini dapat terus dirawat dan dikembangkan bersama sehingga menjadi salah satu potensi unggulan Desa Lubuk Terap," katanya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Lubuk Terap, Muhammad Nur Falah, menilai Taman Eco Village menjadi bukti nyata hasil kerja keras mahasiswa KUKERTA sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.
"Keberadaan Taman Eco Village ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bukti nyata hasil kerja keras mahasiswa KUKERTA. Saya berharap warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat taman ini melalui kegiatan gotong royong secara rutin agar tetap terpelihara. Semoga ke depannya program ini semakin berkembang, semakin maju, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi Desa Lubuk Terap," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KUKERTA Berdampak Universitas Riau Desa Lubuk Terap, Yogi Armanda Saputra, mengatakan bahwa Taman Eco Village dirancang sebagai ruang hijau yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.