Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Latih Warga Sungai Batang Olah Limbah Kulit Pinang Jadi Pupuk Organik

datariau.com
95 view
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Latih Warga Sungai Batang Olah Limbah Kulit Pinang Jadi Pupuk Organik

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) 2026 kembali menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan Liquid Organic Fertilizer (LOF) dan pupuk kompos berbahan dasar limbah kulit pinang. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026, di Balai Desa Sungai Batang, Kabupaten Bengkalis, tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti, S.Sos., M.Si.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Sungai Batang Olah Abon Ikan Lomek dan Tongkol Bernilai Ekonomi Tinggi


Pelatihan dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah kulit pinang di Desa Sungai Batang. Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibuang atau dibiarkan menumpuk tanpa dimanfaatkan. Melalui inovasi yang diperkenalkan mahasiswa Kukerta, kulit pinang dapat diolah menjadi pupuk organik cair maupun pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi pertanian.

Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah organik, pemanfaatan kulit pinang sebagai bahan baku pupuk juga menjadi solusi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi mengenai manfaat pupuk organik, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Masyarakat bersama mahasiswa melakukan pencacahan kulit pinang, mencampurkan bahan dengan molase dan EM4 untuk pembuatan LOF, serta menyusun berbagai bahan organik untuk proses pengomposan.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Resmikan Peta Profil Desa Sungai Batang, Permudah Akses Informasi dan Potensi Desa


Metode praktik langsung tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga mereka dapat menerapkan dan memproduksi pupuk organik secara mandiri di rumah.

Pupuk organik cair dan pupuk kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, khususnya tanaman hortikultura dan perkebunan seperti cabai, sawi, serta komoditas budidaya lainnya. Penggunaan pupuk organik juga dinilai mampu memperbaiki kesuburan tanah, menyediakan unsur hara bagi tanaman, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sungai Batang, Jamaluddin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan mahasiswa Kukerta UNRI. Menurutnya, inovasi tersebut memiliki peluang besar untuk diterapkan secara luas karena memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan di lingkungan desa. “Besar harapan pupuk ini mampu diadopsi di Desa Sungai Batang,” ujar Jamaluddin.

Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Gelar Workshop CharmCraft, Dorong Kreativitas dan Peluang Usaha bagi Ibu-Ibu PKK Sidomulyo Timur


Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Selain aktif mengikuti pemaparan materi, para peserta juga berpartisipasi dalam setiap tahapan praktik pembuatan LOF dan pupuk kompos. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengolah limbah kulit pinang yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk yang bermanfaat bagi kebutuhan pertanian.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)